Novel Ika Natassa 'Langit Mengambil', Jadi Terobosan Terbaru

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Ika Natassa Luncurkan Novel Langit Mengambil
Foto: Dok.GPU
Jakarta - Ika Natassa meluncurkan novel terbarunya yang berjudul, Langit Mengambil di Museum MACAN pada Sabtu (31/1/2026). Langit Mengambil jadi langkah baru dalam perjalanan kreatif Ika Natassa yang 5 novel sebelumnya sukses diadaptasi ke layar lebar.

Perempuan yang berdomisili di Medan itu menyelami tema baru yang lebih gelap dan sunyi yakni kehilangan dan trauma. Ika Natassa pun mengambil POV orang ketiga, yang jarang ada dalam karya-karya sebelumnya.

Ika Natassa mengatakan Langit Mengambil adalah catatan tentang trauma besar yang hadir dalam hidup, luka menganga yang gak akan dimengerti orang lain meskipun kita bercerita.

"When you lose something that is so core of your being, it's unthinkable. Gak, gak akan bisa dibayangin gimana. Tapi ternyata kita bisa kok kuat melalui itu, gitu. Jadi apapun yang pernah hilang dari hidup kita itu, memang mungkin ditakdirkan Allah seperti itu supaya kita jadi lebih kuat, gitu," katanya.

Judul Langit Mengambil yang diungkapkan Ika dengan perumpaan literally 'tangan mengambil'.

"Tapi gak semua yang diambil oleh langit itu kemudian menyisakan rasa yang kosong. Bisa juga diambil supaya kita belajar untuk kuat," tambahnya.

Berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang lebih sering menghadirkan tokoh perempuan pekerja kantoran dan mengeksplorasi gaya hidup kaum urban, tokoh dalam novelnya kali ini adalah pekerja lapangan, seorang jurnalis bernama Tara. Kompeten, berdedikasi, dan terbiasa berada di garis depan.

Tara sering mendapat penugasan meliput kasus-kasus sensitif. Dalam satu pengintaian, dia dan rekannya menjadi korban penganiayaan keji oleh orang tak dikenal. Sejak saat itu, Tara dipaksa menghadapi trauma berat yang bukan saja bisa menghancurkan dirinya, tapi juga orang-orang yang dicintainya, terutama suaminya, Raka.

Insiden kelam yang menimpa istrinya juga melukai dan merenggut impian Raka. Di sinilah kekuatan cinta mereka diuji dan pernikahan mereka dipertaruhkan.

"Pas nulis 'Langit Mengambil', aku gak punya waktu untuk emotional conditioning. Aku pulang kantor Magrib gitu kan, sampai rumah, salat, makan, mandi. Terus nulis kan, gitu. So, tulisannya itu lebih raw, lebih mentah. Tidak dimasak lebih dahulu. Jadi apa yang aku rasakan langsung aku tuangkan. Dan mungkin karena itu juga, 'Langit Mengambil' ini bisa dibilang, banyak dibilang lebih mencabik-cabik," tukasnya.

Sebelum hadir dalam format buku, Langit Mengambil sempat hadir di platform penulisan KBM dan mendapat apresiasi sangat baik dengan dibaca lebih dari 40 ribu kali. Ini juga menjadi pengalaman pertama Ika Natassa menulis untuk platform penulisan digital. Namun, pembaca akan tetap menemukan sesuatu yang berbeda antara versi digital dan cetak.

Langit Mengambil diproyeksikan akan mengikuti jejak kesebelas novel Ika Natassa sebelumnya yang ikonis: A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antologi Rasa, Twivortiare, Critical Eleven, The Architecture of Love, Heartbreak Motel, dan Satine.


(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO