7 Manga yang Mengubah Sejarah Industri Komik Jepang

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Anime One Piece Arc Elbaf
Foto: Istimewa
Jakarta - Sebelum Perang Dunia kedua, manga berawal dari gulungan bergambar pada abad ke-12 dan ke-13. Selama periode Edo di Jepang, cerita bergambar disebut dengan Toba Ehon yang makin memperkuat konsep dari manga. Toba Ehon mempopulerkan konsep bergambar jadi gambar yang lucu dan berpengaruh ke generasi mendatang.

Lambat laun, Jepang versi modern mulai mengenal konsep komik dan kini telah menjamur ke mancanegara. Berikut 7 manga yang mengubah sejarah industri komik Jepang seperti dirangkum redaksi detikpop:

1. Dragon Ball

Sebelum anime shonen modern seperti Hunter x Hunter dan My Hero Academia, Dragon Ball karya Akira Toriyama membuka jalan bagi seri-seri. Dragon Ball membentuk kembali industri dengan mendefinisikan struktur penceritaan dengan gaya seni ikonik dan desain karakter yang mudah diingat.

Di masa sekarang, cuma sedikit serial yang gak lekang oleh waktu sampai berusia lebih dari empat dekade.

2. Detective Conan

Detective Conan karya Gosho Aoyama membuktikan penceritaan episodik dapat berkembang dalam serialisasi berkelanjutan. Bahkan komiknya terjual lebih banyak ketimbang serial Dragon Ball. Detective Conan mudah diakses oleh pembaca baru karena, memungkinkan mereka untuk langsung membaca hampir di titik mana pun dalam alur cerita tanpa merasa bingung atau kurang tertarik.

Ada lebih dari 107 volume, Detective Conan bawa genre ke ranah misteri buat mengungkap kasus. Manga shonen ini plotnya tanpa klise yang berlebihan dan aksi tanpa henti, menjadikannya salah satu judul paling revolusioner.

3. Fruits Basket

Fruits Basket karya Natsuki Takaya mendefinisikan ulang manga shojo ketika diterbitkan pada 1998. Ketika bab pertama muncul di halaman majalah Hana to Yume, pembaca langsung tahu bahwa Fruits Basket jadi series shojo terbaiknya. Fruits Basket membuka jalan bagi romansa shojo legendaris lainnya Kamisama Kiss dan Kimi Ni Todoke.

4. Haikyuu!

Haikyuu! karya Haruichi Furudate membuktikan bola voli sama intensnya dengan pertempuran shonen epik mana pun. Haikyuu! dengan cepat menjadi manga andalan Shonen Jump dengan salah satu basis penggemar paling setia sepanjang masa.

Yang membedakan Haikyuu! dari manga olahraga lainnya dengan genre shonen pada umumnya adalah kurangnya karakter antagonis.

5. Berserk

Berserk karya Kentaro Miura tanpa henti menyiksa protagonisnya, Guts. Itu adalah fantasi gelap tanpa kompromi tanpa akhir yang bahagia.

Alih-alih memilih cerita membosankan lainnya tentang seorang prajurit yang trauma hadapi serangkaian musuh mengerikan yang tak berujung, Berserk memilih buat menampilkan studi kasus tentang keputusasaan, ambisi, dan kesedihan.

6. One Piece

Setelah terjual lebih dari 516 juta volume di seluruh dunia, One Piece karya Eiichiro Oda jadi manga terlaris sepanjang masa. One Piece mendefinisikan ulang penceritaan bentuk panjang dalam manga. Dunia One Piece dirancang dengan cermat dan desain karakter yang mengesankan selama beberapa dekade.

One Piece menunjukkan potensi komersial dan kreatif manga, yang tak diragukan lagi menjadikannya salah satu judul paling berpengaruh sepanjang industri.

7. JoJo's Bizarre Adventure

JoJo's Bizarre Adventure karya Hirohiko Araki berubah seiring waktu, baik dalam penceritaan maupun pilihan gaya. Bagian satu hingga tiga dari JoJo's Bizarre Adventure menampilkan karakter yang lebih kekar, mengambil inspirasi dari Fist of the North Star dan komik western.

Penampilan yang lebih kurus di bagian empat hingga tujuh terinspirasi oleh model fesyen dan patung-patung Renaisans, dengan banyak pose yang merupakan tiruan langsung dari majalah Vogue. Seperti Nana, JoJo's Bizarre Adventure juga berkolaborasi dengan merek mewah ketika Araki membuat karya seni eksklusif untuk Gucci.




(tia/wes)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO