Mira Sumanti Tulis Swipe Therapy, Eat Pray Love Versi Generasi Tinder

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Mira Sumanti
Mira Sumanti merilis buku Swipe Therapy. (Foto: dok. Mira Sumanti)
Jakarta -

Saat patah hati hingga gagal nikah, apa yang membuatmu bangkit? Momen ada di titik terendah itu ditulis oleh seorang Google Marketing Executive, Mira Sumanti, dalam sebuah buku buku berjudul Swipe Therapy.

Buku yang disebut sebagai Eat Pray Love versi generasi Tinder ini gak menceritakan soal kisah pelarian romantis atau transformasi instan. Tapi bukunya ceritain soal refleksi jujur tentang kehilangan, kelelahan emosional sampai pertanyaan besar yang muncul saat hidup gak sesuai rencana.

Mira Sumati cerita kalau buku Swipe Therapy awalnya sebagai sebuah sindiran. Ia menyebutnya dengan 'swipe' karena di era medsos yang serbacepat dan tinggal swipe, hubungan percintaan juga berkembang.

"Aku menyebutnya Swipe Therapy, setengah bercanda. Tapi semakin lama, aku sadar ini bukan tentang mencari 'The One'. Ini tentang melihat diriku sendiri, swipe demi swipe," ungkap Mira dalam keterangan yang diterima redaksi detikpop, Minggu (25/1/2026).

Satu per satu pertemuan singkat, mengajak pembaca ke pertemuan Mira dengan berbagai sosok yang ditemui. Mulai dari seorang neuroscientist yang memberinya perspektif ilmiah tentang patah hati, seorang sutradara film dengan ambisi artistik, figur tak terduga yang membawanya ke pengalaman pembebasan dalam hidup.

Berlatar kota Jakarta, Bali, San Francisco, sampai kehidupan Tokyo, Swipe Therapy ajak pembaca buat melintasi kota dan budaya serta menikmati cinta modern di kota urban. Buku ini pun bakal buat pembaca dekat dengan realitas perempuan mandiri namun rapuh saat urusan hati.

"Buku Swipe Therapy justru merayakan ketidakteraturan. Tentang hari-hari ketika tidak menangis bukan berarti sudah baik-baik saja. Tentang keinginan untuk terlihat kuat, padahal masih belajar bernapas dengan normal," ungkapnya.

Lewat buku perdananya, Swipe Therapy, Mira merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya. Mulai dari batal menikah hingga kembali menavigasi dunia dating apps. Bukan sebagai kisah pencarian pasangan, tetapi sebagai perjalanan mengenal diri sendiri di tengah chaos modern.



(tia/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO