Sentilan Agan Harahap Buat DPR hingga Kondisi Sosial-Politik Indonesia

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Karya Seni Agan Harahap
Karya seni Agan Harahap yang diposting ke media sosial pribadinya. Foto: Dok.Agan Harahap/ Instagram
Jakarta - Seniman visual Agan Harahap kembali menyentil kondisi sosial-politik dan masyarakat Indonesia yang terjadi belakangan ini. Series karya yang sudah diposting ke media sosial pribadinya sudah diunggahnya sejak peristiwa pembalakan hutan liar yang bikin heboh.

Bermula dari iseng ngobrol dengan Artificial Intellegency (AI), Agan kepikiran buat bikin konsep karya dari seniman dunia. Nama-nama seperti Ai Weiwei sampai Chiharu Shiota yang pernah mejeng di Museum MACAN, berhasil dibuatnya.

"Awalnya iseng-iseng ngobrol sama AI soal konsep karya-karya seniman dunia. Terus coba implementasikan karya-karya seniman kelas dunia itu sama konteks hari ini di negara ini, dan akhirnya terciptalah serial itu," ungkap Agan saat diwawancarai redaksi detikcom, Selasa (20/1/2026).

Di karya seni pertama, Agan Harahap memparodikan Jenny Holzer lewat Protect Me From What I Want di depan fasad gedung MPR/ DPR. Tulisan Protect Me From What I Want yang berwarna nyala ada di atas tulisan Dewan Perwakilan Rakyat tersebut.

Menurut Agan, karya Jenny Holzer jadi analogi yang pas banget dengan kondisi saat ini.

"Cocok dong Protect Me From What I Want. DPR itu harusnya mengikuti keinginan masyarakat kan," ungkapnya.

Di karya lainnya karya seni Ai WeiWei Through yang terkenal menampilkan gelondongan kayu berukuran besar ada di dalam salah satu ruangan Istana. Sama halnya dengan karya seni James Turrel yang berjudul Skyspace, Ai Weiwei dengan Palm Oil Seeds yang memenuhi sebuah ruangan, lantai yang retak dianalogikan seperti karya Doris Salcedo lewat The Weight of the Unseen.

Uniknya, di karya lainnya Agan juga membalut ruang sidang wakil rakyat lengkap dengan potret Garuda yang bertengger dengan tali-tali berwarna hitam. Karya ini mengingatkan akan ciptaan Chiharu Shiota yang berjudul Requiem of the Echoes.

Benang-benang hitam itu, lanjut Agan, bukan bermakna negatif tapi lebih ke sebuah koneksi atau hitam. "Tapi alasannya sih lebih ke pertimbangan estetika saja ya," ujarnya tertawa.

Di karya lainnya, Agan juga menyentil sosok tertentu lewat karya seniman dunia lainnya. Termasuk The Artist is Present karya performans milik Marina Abramovic.



(tia/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO