×
Ad

Aurelie Moeremans Minta Karakter di Broken Strings Jangan Di-bully

Dicky Ardian - detikPop
Senin, 19 Jan 2026 12:53 WIB
Aurelie Moeremans (Foto: Instagram @aurelie)
Jakarta -

Memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings lagi jadi bahan obrolan hangat publik dalam sepekan terakhir. Buku ini mengungkap pengalaman pahit Aurelie sebagai korban child grooming yang dialami saat berusia 15 tahun.

Namun, seiring viralnya buku tersebut, muncul juga spekulasi dari warganet soal sosok-sosok di balik karakter dalam cerita. Nama Roby Tremonti ikut terseret setelah merasa tersindir dengan karakter Bobby.

Tak berhenti di situ, netizen juga ramai menduga-duga identitas karakter lain seperti Jo, Mama Jo, Kelly, Milo, Zane, hingga Tom.

Menanggapi hal tersebut, Aurelie akhirnya angkat bicara lewat akun Threads miliknya. Ia meminta pembaca untuk tidak berasumsi apalagi sampai melakukan perundungan terhadap karakter-karakter di dalam bukunya.

"Please.... Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan," tulis Aurelie Moeremans, Minggu (18/1/2026).

Aurelie menegaskan banyak asumsi yang beredar belum tentu benar dan justru membuatnya merasa tidak nyaman.

"Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku gak enak bacanya," sambungnya.

Bintang film Story of Kale: When Someone's in Love itu mengingatkan kembali tujuan utama penulisan bukunya. Menurut Aurelie, Broken Strings bukan ditulis untuk memburu sosok nyata di balik karakter.

"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa-siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," ungkapnya.

Aurelie juga menanggapi soal kemungkinan adanya pihak yang mengaku sebagai karakter dalam bukunya. Ia menegaskan hal tersebut merupakan urusan pribadi masing-masing, namun publik diminta tidak menyerang berdasarkan spekulasi.

"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan," tegas Aurelie.

Perempuan yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu pun menutup pesannya dengan harapan agar ruang diskusi seputar Broken Strings tetap aman, sehat, dan penuh empati.

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat di-bully. Aku menulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama. Let's keep this space kind, aman, dan penuh empati," pungkasnya.



Simak Video "Video Respons Pihak KPAI soal Memoar 'Broken Strings': Menolong Masyarakat "

(dar/pus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork