Trinity Luncurkan Buku Di Luar Radar Rayakan 21 Tahun Berkarya

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Trinity Ngobrol Tips Menulis Perjalanan di Kantor detikcom pada Selasa (9/12/12) malam.
(Foto: Najm Dhiaulhaq/ detikFoto) Trinity Ngobrol Tips Menulis Perjalanan di Kantor detikcom pada Selasa (9/12/12) malam.
Jakarta - Trinity yang dikenal sebagai travel writer meluncurkan buku Di Luar Radar hari ini. Kisah keberagaman dari kuburan di Jakarta sampai hutan Amazon itu bakal dirilis pada 11 Januari 2026 pukul 14.00 WIB di Sarinah Mall, Jakarta Pusat.

Momen ini dirilis bertepatan dengan 21 tahun Trinity berkarya di bidang kepenulisan. Sejak 2005, Trinity aktif menulis di blog dan rutin merilis buku dari tahun 2007.

Di peluncuran karya ke-16 ini bakal beda banget sama acara launching buku konvensional lainnya, acara bertajuk Traveler Kehidupan: Menembus Batas di Luar Radar dirancang sebagai pengalaman imersif yang mengajak pengunjung buat menyelami filosofi perjalanan melalui instalasi esai foto dan narasi perjalanan.

Menurut Trinity, traveling baginya bukan sekadar hiburan namun perjalanan perspektif dan empati. Dalam buku setebal 308 halaman dan memuat 22 kisah nyata itu, Trinity bakal bawa pembaca buku setianya kepada pengalaman yang gak biasa.

Saat menyambangi kantor detikcom pada awal Desember 2025, Trinity cerita buku Di Luar Radar bermula dari proposal residensi ke Peru dan Bolivia. Trinity bilang ide awalnya soal misionaris Indonesia yang bertugas ke sana namun sepulang dari residensi pandemi melanda dunia termasuk Indonesia.

"Pulang itu kan sudah pandemi, sudah gak jalan-jalan lagi. Gak pengin nulis lagi sampai akhirnya tertampar sendiri. Pandemi sudah berakhir, kalau ditanya orang profesinya apa? Kapan terakhir bukunya terbit? Ya, 2017 itu. Wah malu ya, karena blog trafik-nya sudah menurun, video pendek yang ngetren," ucapnya saat menyambangi kantor detikcom pada Rabu (10/12/12).

Saat Trinity sudah mulai menulis, cara berpikirnya pun sudah berbeda. Jika sebelum pandemi, niatan menulis misionaris sudah memuncak kini ia berpikir ada banyak isu menarik soal keberagaman.

"Intens banget menulis setahun ini, karena nulis buku baru dan mau memulai lagi. Ada insecure juga, karena menemukan dan cara untuk menulis dicari lagi," sambungnya.

Dalam buku Di Luar Radar, Trinity pun sempat meminta izin buat mondok di pesantren modern di Salatiga, Jawa Tengah. Di sana, ia mengalami langsung bagaimana suasana dan rasanya tinggal di pondok pesantren.

Buku yang diterbitkan oleh penerbit Bentang Pustaka memuat 22 kisah nyata yang mengungkap keberagaman manusia dari sisi yang gak terduga. Trinity yang bernama asli Ade Perucha Hutagaol menulis cerita tentang ibu-ibu yang asyik nongkrong di pinggir kuburan Jakarta.

Ada juga tulisan tentang pengalaman mondok di pesantren, seluk-beluk proses kremasi, menyelami realitas imigran di negara Barat sampai perjuangan inspiratif misionaris Indonesia di hutan Amazon Bolivia.

Lewat buku Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon yang setebal 308 halaman, ditulis Trinity dengan gaya bercerita yang jujur dan tajam. Trinity gak hanya membawa pembawa ke destinasi eksotis tapi juga menelusuri batas budaya.

(tia/aay)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO