Museum Nasional Tetap Berlakukan Tarif Rp 0 bagi Kelompok Pengunjung Ini

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Artefak Koleksi Eugene Dubois Dipamerkan di Museum Nasional Indonesia (MNI), Jakarta Pusat.
Foto: Dok.Gilang Faturahman/ detikFoto
Jakarta - Museum Nasional Indonesia (MNI) resmi menaikkan tiket masuk pengunjung dua kali lipat lebih besar menjadi Rp 50 ribu mulai 1 Januari 2026. Kementerian Kebudayaan sebagai penanggung jawab institusi Museum Cagar Budaya (MCB) termasuk MNI memutuskan menaikkan tarif tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima detikcom, prinsip inklusivitas dan fungsi edukasi masih jadi acuan dalam pengambilan keputusan. Tarif Rp 0 tetap diberlakukan bagi kelompok pengunjung tertentu.

Di antaranya anak usia 0-3 tahun, lansia di atas 60 tahun, serta penyandang disabilitas dan satu orang pendampingnya. Fasilitas masuk tanpa biaya tiket juga berlaku untuk pelajar dan mahasiswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah.

"Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen MNI dalam memastikan keseimbangan antara keberlanjutan pengelolaan layanan dan jaminan terbukanya akses publik," tulis keterangannya.

"Misi Museum Nasional Indonesia adalah menjadikan museum sebagai ruang edukasi dan ruang publik yang inklusif, ramah, dan setara, dengan skema kunjungan yang disusun adaptif sesuai kebutuhan serta kondisi pengunjung," sambungnya.

MNI juga sudah menyiapkan ruang imersifA terbaru yang lebih seru dan berbeda. Jangka panjangnya nanti, MNI juga akan meneruskan rencana renovasi enam ruang pamer yang terbakar pada tahun 2023. Koordinasi dengan pemerintah selaku pemilik MNI dan pihak swasta serta publik terus dijalin untuk mencari sumber pendanaan guna perbaikan tersebut.

Sebagaimana lazimnya praktik pengelolaan museum modern di seluruh dunia, MNI mengandalkan pembiayaan bersumber dari pemerintah, filantropi, dan tiket pengunjung untuk dapat melakukan pelayanan dan pemeliharaan koleksi dengan maksimal.

Sejak 18 Desember, MNI berhasil memamerkan bagian penting dari transformasi kembalinya repatriasi Java Man (Manusia Jawa) yang ditemukan Eugene Dubois di tepian Bengawan Solo, Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Koleksi repatriasi ini jadi temuan arkeologis revolusioner di abad ke-19.


(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO