SBY: Saya Boleh Dikatakan 'Kembalinya Seniman yang Hilang'

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Susilo Bambang Yudhoyono saat mengisi acara di Pameran Seni Rupa dan Lelang Lukisan untuk Bencana Sumatera di TIM, pada Selasa (23/12/12) malam.
Susilo Bambang Yudhoyono saat mengisi mimbar kebudayaan pada Selasa (23/12/12) malam. Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - Sejak mendirikan SBY Art Community awal Januari 2025, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) eksis sebagai seniman. Lukisan-lukisannya melejit dan ada dalam berbagai agenda pameran seni rupa Tanah Air.

Karyanya pernah mejeng dalam pameran seni Panen Raya di Art1 New Museum, lukisannya juga dipamerkan di Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) tahun ini, dan lukisan terbarunya God's Day baru saja laku terjual Rp 311 juta yang disumbangkan untuk korban bencana Aceh dan Sumatera.

SBY kini bukan sembarang nama dalam skena seni. Lukisan bergaya realis dan ekspresionis buat goresan-goresannya di atas kanvas punya ciri khas tersendiri.

Jika banyak yang menyebutnya sebagai 'mualaf' dan baru jadi seniman, SBY justru ingin dikenal sebagai sosok 'return of the lost artist'.

"Saya boleh dikatakan sebagai kembalinya si seniman yang hilang. Kembali ke rumahnya sendiri. Tolong saya diterima oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan teman-teman. Saya bagian dari seni yang tercinta ini," ucapnya saat mengisi mimbar Pidato Kebudayaan dalam Pameran Seni Rupa dan Lelang Lukisan untuk Bencana Aceh-Sumatera, yang digelar di TIM, pada Selasa (23/12/12) malam.

Menurut SBY, sebuah bangsa yang besar bakal bertambah besar jika senimannya berkarya. Seni pun bisa jadi tuan rumah di negerinya sendiri.

"Kesenian itu makes everybody happy, bisa menimbulkan kedamaian, keteduhan, kasih sayang, saling menghormati, mari kita do something. Berkarya dan peduli kepada Indonesia agar makin damai," terangnya.

Dia pun mengajak kepada seniman dan budayawan agar lebih empati terhadap kondisi Indonesia khususnya setelah peristiwa bencana aCEH DAN Sumatera.

"Saya mengajak dalam kapasitas sebagai warga bangsa, mari kita kembangkan. Hidupkan seni budaya di negeri ini, mari kita bikin seniman dan budayawan di negerinya sendiri. Mari kita memberikan contoh, siapapun bisa menyumbang kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan. Pahalanya luar biasa, mari kita memilih jadi bagian dari solusi ini," kata SBY.

Presiden Republik Indonesia ke-6 itu pun mengajak seniman-seniman Tanah Air buat mengobrol lagi ke depannya di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat.

"Alhamdulillah saya sudah membangun komunitas seni dari kampus ISI Yogyakarta, ISI Solo, dan ITB Bandung. Penyair dan sastrawan juga sudah, bebas dari politik apapun. Ini betul-betul budaya, seni untuk seni. Pengabdian akan bangsa dan negara. Kalau bisa nanti Januari atau awal Februari, kita bertemu lagi. Saya undang ke Cikeas, apa yang bisa kita lakukan bersama," pungkas SBY.


(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO