Menghidupkan Lagi Jejak Aksara Pramoedya Ananta Toer

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Pramoedya Ananta Toer
Foto: Istimewa
Jakarta - Pramoedya Ananta Toer dikenal sebagai sosok penulis paling produktif sepanjang sejarah sastra Indonesia. Lebih dari 50 karya berhasil ditelurkan dan kini Yayasan Pramoedya Ananta Toer terus menghidupkan kembali jejaknya.

Lewat acara Aksara Pram di Bumi Menjadi Manusia yang digelar di PDS HB Jassin, peringatan ini jadi panggilan buat kembali membaca dan merasakan denyut pemikiran Pram. Aktris yang juga pegiat sastra, Happy Salma, turut hadir sebagai narasumber.

Pada 29-31 Agustus 2025, lewat Titimangsa produksi Bunga Penutup Abad dipentaskan dalam rangka 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer. Pementasan ke-88 ini diadaptasi dari dua buku Tetralogi Buru yakni Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.

"Saya mengambil semangat Pram bahwa tugas terpelajar adalah membuat orang jadi terpelajar," ungkapnya dalam keterangan yang diterima detikpop.

Lewat acara tersebut pula, Yayasan Pramoedya Ananta Toer ingin ngajak publik buat menelusuri makna 'menjadi manusia'. Seperti yang ada dalam kutipan buku Tetralogi, "Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku Bumi Manusia dengan segala persoalannya."

Dari Minke di Bumi Manusia hingga suara kemanusiaan dalam Larasati, Gadis Pantai sampai Perburuan, karya-karya Pram bukan sekadar cerita. Tapi juga menghadirkan rasa berani, luka, dan keteguhan manusia.

Selain Happy Salma, musisi Mike Marjinal dan pengamat budaya Cris Wibisana juga hadir. Dianita Kusuma Pertiwi juga menuntun acara dalam perbincangan hangat akan sosok Pram.



(tia/tia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO