Perayaan Hari Komedi Nasional, Jarwo Kwat: Ini Lebaran Para Seniman Komedi
Ketua Umum PaSKI, Jarwo Kwat, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan perayaan ini.
"Acara ini diselenggarakan atas kerjasama PaSKI dan Standupindo, serta dukungan Kementerian Kebudayaan RI, Ciks Channel, serta semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Terima kasih semua atas dukungannya," ujar Jarwo Kwat di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (27/9/2025) malam.
Baca juga: 14 Film Komedi Thailand Dijamin Ngakak |
Jarwo menambahkan bahwa Hari Komedi Nasional merupakan hasil perjuangan panjang selama lebih dari satu dekade. Sehingga hal ini patut disyukuri karena didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI.
"Alhamdulillah, perjuangan kita 11 tahun akhirnya di tahun 2025 ini 'pecah telur'. Ini tentu saja berkat peran teman-teman seniman komedi dan dukungan besar dari Kementerian Kebudayaan RI. Ini patut kita syukuri. Seniman musik punya hari, film punya hari, bahkan Hari Rusli pun ada. Alhamdulillah sekarang kita punya Hari Komedi. Ini adalah lebaran para seniman komedi," lanjut Jarwo sedikit bercanda.
Momentum ini juga menjadi spesial karena ditetapkan bertepatan dengan hari lahir komedian legendaris Bing Slamet pada 27 September 1927. Adi Bing Slamet, putra mendiang Bing Slamet, turut hadir dan menyampaikan harapannya agar Hari Komedi menjadi pijakan untuk program-program pengembangan seni komedi di Indonesia.
"Ya mungkin lebih ke program-program PaSKI ke depannya ya. Kalau saya, keluarga mahmudah bergaullah, santai-santai aja. Tapi memang ada tanggung jawab moral juga kan. Setelah kita bikin Hari Komedi Nasional ini, lalu apa? Itu yang harus dipikirkan bersama," kata Adi Bing Slamet dalam kesempatan yang sama.
Perayaan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan RI. Direktur Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan (P3K), Ahmad Mahendra, yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan ruang lebih luas bagi para pelaku seni komedi.
"Lewat peringatan ini, pemerintah ingin memberi ruang lebih luas bagi para pelaku seni komedi untuk berkarya dan dihargai sebagaimana seniman lain. Inovasi menjadi sangat penting-seperti drama musikal komedi yang membawa nilai-nilai kultural, itu akan terus kita dorong dan dampingi," ujar Mahendra.
Ia juga menegaskan bahwa penetapan Hari Komedi Nasional pada 27 September adalah wujud nyata perhatian negara terhadap potensi besar seni komedi dalam pemajuan kebudayaan nasional.
"Hari ini, 27 September 2025, adalah peringatan pertama Hari Komedi Nasional yang ditetapkan oleh Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang sangat konsen terhadap dunia komedi. Ini dorongan nyata untuk pemajuan kebudayaan Indonesia," tutup Mahendra.
Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan sederet komedian dan komika papan atas Tanah Air. MC kocak Abdel Achrian dan Ummy Quary memandu jalannya acara, sementara David Nurbianto tampil sebagai salah satu perfomer stand up comedy yang mencuri perhatian.
Tak ketinggalan, pertunjukan Komedi Total menghadirkan nama-nama besar seperti Parto Patrio, Denny Chandra, Derry 4 Sekawan, Asri Welas, Arif Didu, Opie Kumis, Mak Tatiek, Mimin Eva, dan Kimau.
(fbr/ass)











































