Menikmati suasana libur di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak harus selalu di pusat keramaian. Susur Sungai Arut bisa menjadi pilihan.
Menyusuri Sungai Arut menggunakan perahu kelotok menawarkan ketenangan, keindahan alam. Selain itu, Sungai Arut mengenalkan lebih dekat kepada kita terkait sejarah dan budaya masyarakat bantaran sungai.
Seperti pada Minggu (7/6/2026) pagi, sejumlah warga lokal dan wisatawan tampak menikmati perjalanan menyusuri Sungai Arut. Dari atas kelotok, pengunjung disuguhi pemandangan deretan rumah tradisional yang berdiri di tepian sungai, aktivitas warga di pelantar, hingga suasana khas kota di sepanjang aliran sungai.
Sungai Arut memiliki sejarah panjang bagi Pangkalan Bun. Pada masa lalu, sungai ini menjadi jalur transportasi utama masyarakat untuk berdagang, bepergian, hingga mengangkut hasil bumi.
Keberadaannya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat dan berperan besar dalam perkembangan Pangkalan Bun hingga menjadi pusat kegiatan ekonomi di Kotawaringin Barat.
Kini, selain berfungsi sebagai jalur transportasi air, Sungai Arut juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang menawarkan pengalaman menikmati keindahan kota dari sudut yang berbeda.
Untuk menikmati wisata susur sungai, pengunjung dapat menyewa kelotok dengan tarif berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu per perjalanan, tergantung rute dan lama perjalanan yang dipilih. Kelotok biasanya dapat menampung beberapa penumpang sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun rombongan.
Warga Pangkalan Bun, Yusro Arodi (51), mengatakan Sungai Arut memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya selalu menarik untuk dikunjungi.
"Pagi hari adalah waktu yang paling enak untuk menyusuri Sungai Arut. Udaranya segar, suasananya tenang, dan kita bisa menikmati pemandangan rumah-rumah tradisional yang menjadi ciri khas Pangkalan Bun," ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Menurut Yusro, Sungai Arut bukan hanya tempat wisata, tetapi juga bagian dari sejarah yang membentuk identitas masyarakat Pangkalan Bun.
"Sungai Arut punya sejarah nyata bagi Pangkalan Bun. Dulu sungai ini menjadi jalur utama masyarakat untuk beraktivitas dan berdagang. Perkembangan kota ini juga tidak lepas dari keberadaan Sungai Arut," katanya sambil berwisata bersama keluarga.
Simak Video "Video: Pramono Siapkan Rp 232 M untuk Pembebasan Lahan Bantaran Ciliwung"
(bai/bai)