Kalimantan Utara

Irau Malinau ke-12 Digelar, Bupati Harap Tanah Perbatasan Dapat Perhatian

Oktavian Balang - detikKalimantan
Rabu, 21 Okt 2026 16:00 WIB
Foto: Bupati Malinau Wempi Mawa dalam acara Irau Malinau ke-12. (Istimewa)
Malinau -

Pergelaran budaya Festival Irau Malinau ke-12 resmi dibuka. Ajang tahunan yang sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau ini menyajikan keberagaman seni dan budaya masyarakat perbatasan Kalimantan Utara selama kurang lebih tujuh hari ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Malinau Wempi Mawa menegaskan bahwa Irau bukan sekadar pesta rakyat biasa. Pergelaran ini merupakan cerminan jati diri masyarakat Malinau serta ruang perjumpaan lintas suku di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Irau bukan sekadar pesta rakyat atau perayaan hari ulang tahun daerah. Irau merupakan cerminan jati diri masyarakat Malinau, ruang perjumpaan lintas suku dan budaya, ungkapan rasa syukur, serta momentum untuk mempererat persaudaraan," ujar Wempi, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Irau dan HUT Malinau yang kini digelar secara rutin tiap tahun tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, kolaborasi ini memperkuat potensi pariwisata daerah.

"Irau itu harusnya per-dua tahun. Karena dorongan dan kerja sama melalui Kementerian Pariwisata RI, maka event Irau dan HUT Kabupaten Malinau dilaksanakan setiap tahun," ungkap Wempi.

Lebih lanjut, Pemkab Malinau juga mendorong agar potensi budaya perbatasan ini semakin dikenal di tingkat Internasional. Wempi berharap tanah perbatasan bisa lebih dikenal, sehingga ia berencana merangkul para diplomat negara tetangga pada penyelenggaraan mendatang.

"Semoga nanti tahun depan, tolong duta-duta besar diinformasikan supaya bisa melayani dan melihat negeri yang ada di perbatasan ini," harap Wempi.

Mengusung tema 'Irau Malinau dalam Kebhinekaan, Berkarya, dan Berinovasi', event ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen masyarakat mulai dari birokrasi, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk terus berkontribusi bagi pembangunan daerah.

"Keberagaman tersebut adalah kekayaan yang harus kita syukuri dan terus kita jaga bersama. Perbedaan bukanlah penghalang untuk maju, melainkan kekuatan yang memperkaya cara pandang dan memperkokoh persatuan," tegasnya.

Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau ini turut dijadikan ajang refleksi atas perjalanan pembangunan daerah. Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati ragam pertunjukan seni, pameran budaya, dan tradisi lokal 'Bumi Intimung' selama sepekan ke depan.



Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork