Prabowo Pamer Perdana Ekspor Baterai Berkat Hilirisasi Nikel

Nasional

Prabowo Pamer Perdana Ekspor Baterai Berkat Hilirisasi Nikel

Herdi Alif Al Hikam - detikKalimantan
Kamis, 08 Okt 2026 18:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutannya sebelum meluncurkan sejumlah program hilirisasi di kawasan industri Weda Bay, Desa Lelilef, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis 8/10/2026). Dalam kesempatan itu Presiden meluncurkan program 11 ekosistem hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun sekaligus peluncuran  ekspor perdana baterai kendaraan listrik. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/YU
Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Indonesia untuk pertama kalinya mengekspor baterai kendaraan listrik. Presiden Prabowo Subianto menyebut hal ini berkat hasil produksi hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara.

"Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," beber Prabowo dalam peresmian yang dilakukan virtual, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya apa yang terjadi hari ini juga tidak lepas dari hari kemarin. Dia menggaris bawahi kebijakan pemerintahan sebelumnya juga menjadi penting dalam capaian yang didapatkan hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saudara-saudara sekalian, apa yang telah kita lihat hari ini tidak bisa lepas daripada hari kemarin. Jadi, sebagaimana saya mengatakan setiap saat, keberhasilan hari ini menuju kepada keberhasilan hari esok, itu telah dimulai dari hari kemarin," ujar Prabowo.

Adapun beberapa produk yang ekspornya diresmikan Prabowo hari ini adalah produk olahan nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) dari PT Blue Sparking Energy, kapasitor aluminium elektrolitik dari PT Pioneer Aluminium Industries, dan juga komponen alat berat berbasis EV dari PT XCMG Indonesia Manufacturing.

Kemudian baterai listrik yang diekspor adalah bahan baku baterai berupa nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium ferro phosphate (LFP) dari PT REPT Batero Indonesia.

Baca artikel selengkapnya di sini.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads