Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Pemuda Km 6,5, Desa Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (22/10/2026). Api yang membakar lahan dan semak-semak dilaporkan mendekati kawasan pemakaman warga.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat. Warga pun meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan relawan agar segera menuju lokasi untuk mencegah kobaran api semakin meluas.
Seorang relawan di Desa Teluk Palinget, Yudi Yudawan, mengatakan petugas pemadam kebakaran sudah berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini sudah ada pemadaman di lokasi dan masih berproses. Semoga tidak merembet ke pemakaman, karena jaraknya sudah sangat dekat," ungkap Yudi, Kamis (22/10/2026).
Hingga saat ini pemadaman masih berlangsung. Petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke area lain di sekitarnya. Warga berharap kebakaran dapat segera diatasi sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Data Posko Penanganan Darurat Karhutla Kapuas mencatat 42.497 titik panas selama periode 1 Januari hingga 21 Oktober 2026. Sementara itu, upaya pemadaman melalui jalur darat telah dilakukan sebanyak 509 kali.
Berdasarkan data kumulatif Januari hingga September 2026, Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, mencapai 1.903,15 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Dadahup dengan 309,9 hektare, Kapuas Timur 196,5 hektare, Kapuas Murung 146,3 hektare, dan Kapuas Barat 91,35 hektare.
Sementara itu, Kecamatan Pulau Petak tercatat memiliki luas lahan terbakar 11,3 hektare dalam periode tersebut. Pada 18 Oktober 2026, Kapuas bahkan menjadi daerah dengan luas kebakaran harian terbesar di Kalimantan Tengah, yakni mencapai 38 hektare dari sembilan kejadian.
