Kalimantan Tengah

RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Tangani 78 Pasien ISPA, 7 Relawan Karhutla

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 16 Okt 2026 18:00 WIB
Ilustrasi pasien ISPA. Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Kotawaringin Barat -

Ancaman gangguan pernapasan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mencatat 78 pasien mendapatkan penanganan, terdiri dari tujuh relawan yang menjalani rawat inap dan 71 warga yang menjalani rawat jalan.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin, dr. Fachruddin, menyampaikan data tersebut pada Jumat (16/10/2026). Catatan ini menjadi salah satu gambaran kondisi pasien yang membutuhkan pelayanan medis di tengah kekhawatiran terhadap dampak kabut asap.

"Meski demikian, angka 78 pasien tersebut merupakan data penanganan di rumah sakit dan bukan jumlah keseluruhan kasus ISPA di Kobar. Pelayanan kesehatan juga berlangsung di puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari 18 puskesmas hingga minggu ke-39 tahun 2026, kasus ISPA sempat mencapai angka tertinggi sebanyak 566 kasus pada minggu ke-31.

"Setelah mengalami lonjakan tersebut, jumlah kasus yang tercatat di puskesmas menurun menjadi 378 kasus pada minggu ke-39. Penurunan ini menjadi perkembangan positif, tetapi belum berarti ancaman gangguan pernapasan telah berakhir," ujar Dino.

Lonjakan kasus pada minggu ke-29 hingga minggu ke-31 terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas karhutla pada musim kemarau. Kondisi tersebut membuat paparan asap menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diwaspadai, meskipun penyebab setiap kasus ISPA tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan kesamaan waktu kejadian.

"Keluhan gangguan pernapasan yang dilaporkan masyarakat meliputi batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan terasa kering dan gatal, serta hidung tersumbat atau meler. Sebagian warga juga mengalami iritasi mata," katanya.

Kelompok rentan, seperti bayi, balita, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami dampak yang lebih berat ketika terpapar polusi udara.

Di luar ISPA, data Dinas Kesehatan Kobar pada minggu ke-39 juga menunjukkan adanya peningkatan kasus diare akut. Jumlahnya mencapai 107 kasus, naik dari 86 kasus pada minggu sebelumnya.

"Pada periode yang sama, tercatat 25 kasus pneumonia dan lima kasus influenza-like illness (ILI), yakni penyakit dengan gejala menyerupai influenza," ujarnya.

Beragam catatan kesehatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi tubuh dan mengurangi paparan faktor lingkungan yang berisiko. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat menyelimuti permukiman.

Penggunaan masker yang sesuai, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta memantau informasi kualitas udara menjadi langkah perlindungan tambahan. Anak-anak, balita, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan perlu lebih diutamakan dalam upaya pencegahan.

"Warga yang mengalami sesak napas, napas cepat, kesulitan makan atau minum, maupun gejala yang semakin memburuk disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan," pungkasnya.



Simak Video "Video: 46 Ribu Kasus ISPA Muncul di Kalimantan Selatan"

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork