Jadwal Gerhana Matahari Total 2027 dengan Totalitas Terlama

Jadwal Gerhana Matahari Total 2027 dengan Totalitas Terlama

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 15 Okt 2026 09:30 WIB
Gerhana matahari total tahun 2026 di Spanyol.
Gerhana matahari total tahun 2026 di Spanyol. Foto: NASA
Samarinda -

Tahun 2027 mendatang, Gerhana Matahari Total diperkirakan akan terjadi pada 2 Agustus. Gerhana matahari ini digadang-gadang memiliki durasi totalitas terlama, sekitar 6 menit 23 detik.

Dilansir dari publikasi NASA, wilayah yang akan dilintasi fenomena ini mulai dari Eropa di bagian selatan hingga Afrika Utara dan Timur Tengah. Kota-kota seperti Cadiz dan Malaga di Spanyol, Tangier di Maroko, serta Jeddah dan Makkah di Arab Saudi masuk dalam daftar kota yang berpotensi menjadi tempat pengamatan terbaik.

Jadwal Gerhana Matahari Total 2027

Dalam penjelasannya, NASA menyebut Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Senin, 2 Agustus 2027. Bulan akan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh piringan Matahari jika diamati di jalur totalitas. Puncaknya terjadi sekitar pukul 10.07 UT atau 17.07 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Durasi totalitas terpanjang diperkirakan mencapai 6 menit 23,2 detik. Titik dengan durasi maksimum ini berada di jalur gerhana yang melintasi wilayah Mesir. Durasi yang dialami pengamat di setiap daerah bakal berbeda-beda, bergantung posisi mereka terhadap garis tengah jalur totalitas.

Selain Gerhana Matahari Total di 2 Agustus, ada empat fenomena gerhana lain sepanjang 2027, yakni dua gerhana Matahari dan tiga gerhana Bulan. Berikut jadwal lengkapnya:

  • 6 Februari 2027: Gerhana Matahari Cincin
  • 20 Februari 2027: Gerhana Bulan Penumbra
  • 18 Juli 2027: Gerhana Bulan Penumbra
  • 2 Agustus 2027: Gerhana Matahari Total
  • 17 Agustus 2027: Gerhana Bulan Penumbra

Perbedaan Durasi Gerhana 2027 dengan Gerhana Sebelumnya

Durasi totalitas Gerhana Matahari Total tahun 2027 jauh lebih panjang daripada gerhana yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, Gerhana Matahari Total pada 8 April 2024 di Amerika Utara berlangsung hingga sekitar 4 menit 28 detik. Sementara gerhana total pada 12 Agustus 2026 durasi totalitas maksimumnya hanya sekitar 2 menit 18 detik.

Durasi gerhana ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk jarak Bulan dan Matahari dari Bumi, maupun posisi jalur totalitas. Menurut Kelly Korreck, seorang ilmuwan NASA, Gerhana Matahari Total adalah suatu fenomena yang istimewa karena ukuran Bulan dan jaraknya dari Bumi memungkinkan Bulan menutupi Matahari secara sempurna jika dilihat dari Bumi.

Saat mencapai fase totalitas, Bulan menutupi seluruh bagian Matahari sehingga cahaya Matahari yang biasanya menerangi permukaan Bumi akan hilang. Langit lebih gelap dan suhu udara menurun, seperti saat malam hari.

Sayangnya kondisi ini juga tidak dialami semua wilayah. Daerah di luar jalur totalitas hanya mengalami gerhana sebagian, jadi langit tidak sampai gelap seperti saat totalitas. Untuk Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027, fase gelap akan dialami pengamat di Spanyol, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Di titik maksimum, Matahari akan tertutup sepenuhnya selama sekitar 6 menit 23 detik.

Indonesia Tak Bisa Saksikan Gerhana Matahari Total 2027

Masyarakat Indonesia tidak bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027. Pasalnya, jalur totalitas fenomena ini tidak melintasi wilayah Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram BMKG (@infobmkg) menuturkan bahwa jalur gerhana total, tetapi tidak dengan Indonesia.

Selain NASA, Time and Date juga memperkirakan Gerhana Matahari Total bisa disaksikan di Tunisia, Sudan, dan Gibraltar. Di wilayah-wilayah tersebut, Bulan akan menutupi seluruh Matahari selama beberapa menit, dengan durasi yang berbeda-beda bergantung lokasi pengamatan. Adapun sejumlah negara lain, seperti Austria, Bulgaria, China, dan Republik Demokratik Kongo, hanya dapat menyaksikan gerhana Matahari sebagian.

Oleh karena itu, detikers di Indonesia harus menunggu fenomena gerhana berikutnya jika ingin menyaksikannya secara langsung. Kabar baiknya, detikers bisa memantau fenomena ini melalui laman NASA Eclipse berikut: https://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEgoogle/SEgoogle2001/SE2027Aug02Tgoogle.html. Semoga bermanfaat!

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads