Keluarga Korban KM Virgo Lega Makamkan Imam Buhari

Kalimantan Selatan

Keluarga Korban KM Virgo Lega Makamkan Imam Buhari

Khairun Nisa - detikKalimantan
Jumat, 02 Okt 2026 18:47 WIB
Pemakaman korban KM Virgo Transport 8 asal Banjarmasin, Imam Buhari.
Pemakaman korban KM Virgo Transport 8 asal Banjarmasin, Imam Buhari. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Keluarga Imam Buhari yang merupakan korban KM Virgo Transport 8 melepas kepergian jenazah dengan ikhlas. Jenazah dimakamkan di sekitar kediaman, di Jalan Sungai Baru, Gang Kelinci, Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, Jumat (2/10/2026).

Pantauan detikKalimantan di lapangan, kedatangan jenazah Imam Buhari disambut dengan baik oleh keluarga, kerabat, hingga tetangga terdekat. Kedatangan jenazah disambut dengan kalimat tauhid dan disalatkan di kediaman almarhum.

Adik kandung korban, Jenna mengantarkan sang kakak dengan rasa ikhlas. Ia merasa lega akhirnya sang kakak ditemukan meski tak sesuai dengan harapan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lega akhirnya kakak teridentifikasi, semoga korban lain yang hingga kini belum ditemukan dan teridentifikasi bisa segera ditemukan dan diidentifikasi," ujar Jenna ditemui detikKalimantan, Jumat (9/10/2026).

Keikhlasan keluarga dirasakan saat pemakaman berlangsung. Keluarga membacakan Yasin dan doa untuk almarhum selama proses pemakaman berlangsung.

Ayah korban, Saladin mengatakan sudah ikhlas melepas kepergian sang anak. Di sana, ia tidak memungkiri bahwa kepergian anaknya juga sudah berdasarkan takdir yang tidak bisa ia pungkiri.

"Kami sudah ikhlas. Kami menganggap ini takdir, jadi kami sudah ikhlas dan merelakan, semoga korban lain juga bisa segera ditemukan," kata Saladin.

Pemakaman korban KM Virgo Transport 8 asal Banjarmasin, Imam Buhari.Pemakaman korban KM Virgo Transport 8 asal Banjarmasin, Imam Buhari. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Dirinya kini pasrah dengan keadaan sang anak. Bahkan, ia mengaku sudah merasa lega sang anak ditemukan meski dalam kondisi meninggal dunia.

Selama proses pemakaman, Saladin tak henti-hentinya membacakan doa bagi putranya. Saladin berharap, kepergian putranya bisa dipermudah dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah.

"Sekarang kita hanya bisa mendoakan untuk Imam. Tidak bisa lagi kita memberikan apa pun selain doa, semoga anak saya dan korban lain diberi tempat terbaik di sisinya," pungkas Saladin.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads