Sejumlah warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan bau asap yang diduga dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah Kalimantan. Warga setempat kini masih menghirup udara yang kualitasnya belum kunjung membaik.
Salah satunya diungkapkan oleh Ratna (32). Ia mengeluhkan aroma bau asap bakaran yang menurutnya tercium setiap pagi menjelang siang hari.
"Kalau pagi tuh kabut asapnya ngeri, udah mulai pekat. Mana bau banget asepnya, kayak bau bakar-bakaran gitu," ungkapnya, Kamis (17/9/2026).
Lapisan asap tersebut membuat jarak pandang tampak terbatas meski objek di sekitar tetap jelas terlihat. Ratna bahkan sulit membedakan antara awan mendung menandakan hujan, dengan kabut asap yang tengah menyelimuti Balikpapan.
"Sampai bingung bedainnya karena langitnya tuh seperti mendung, tapi nggak hujan juga. Gelisah banget liatnya," ucapnya.
Berdasarkan pantauan dari aplikasi IQAir, pada Kamis (17/9) pukul 09.00 Wita, tercatat indeks kualitas udara untuk parameter PM2,5 di Balikpapan mencapai angka 90. Kondisi tersebut masuk kategori sedang.
Memasuki pukul 10.00 Wita, indeks kualitas udara untuk parameter PM2,5 mencapai angka 110. Kondisi ini tercatat dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Warga lainnya, Vika (28), turut mengeluhkan kualitas udara di kotanya. Menurut Vika, kondisi udara Balikpapan saat ini turut menganggu kenyamanan aktivitas di luar ruangan.
"Waktu ikut pantau lewat aplikasi itu kaget, karena udah sampe 100 kualitas udaranya. Pantesan udah mulai nggak enak nih udara, bikin engap, mata pedes juga, terutama kalau pagi hari ya keliatan lebih pekat," ungkapnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, merespons terkait kondisi udara tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan, khususnya saat kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat, hingga sangat tidak sehat," imbau Huda.
Bagi masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, Huda mengingatkan agar masker selalu digunakan. Selain itu, warga perlu meningkatkan kewaspadaan jika jarak pandang terpantau berkurang.
"Gunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara," kata Huda.
Imbauan khusus juga ditujukan kepada kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara untuk lebih memperhatikan kesehatan. Selain itu, pengguna jasa penerbangan diharapkan dapat memantau intensif perkembangan kondisi cuaca.
"Masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Kemudian penumpang yang akan bepergian agar mengikuti informasi terbaru terkait perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang," pungkasnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(aau/aau)