Sebanyak 30 relawan swasta di Banjarbaru mendapatkan bantuan dana operasional untuk percepatan pemadaman api karhutla. Bantuan sebesar Rp 2,5 juta itu diberikan agar relawan tak perlu memikirkan dana operasional yang terkadang harus merogoh kocek pribadi.
Relawan dari Swasta Pribumi 07, Dani, mengaku pihaknya selalu menggunakan dana pribadi yang dikumpulkan lewat patungan untuk operasional pemadaman api.
"Selama ini bertugas pakai dana pribadi, BBM dan makan biasanya patungan," ujar Dani, Kamis (3/9/2026).
Sekali turun lapangan, ada biaya bahan bakar, biaya makan, dan perawatan alat. Namun, di tengah keterbatasan dana, Dani mengatakan pihaknya selalu bersiaga mendengar informasi kebakaran.
"Kami urunan dana secara internal, kadang juga ada urunan dari masyarakat yang memberi makanan, atau juga dana untuk BBM," ucapnya.
Karena itu, Dani mengapresiasi bila ada pihak yang kemudian memberikan bantuan untuk operasional relawan pemadam swasta. Ia menyebut bantuan dana operasional jauh lebih dibutuhkan di masa sekarang ketika karhutla sedang tinggi. Bantuan dapat digunakan untuk pembelian BBM, obat-obatan, makan tim, dan perawatan unit pemadam.
"Sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Termasuk untuk biaya perawatan alat-alat," tuturnya.
Salah satu bantuan datang dari Yayasan Mahatir Muhammad Zain. Ketua Yayasan Mahatir Muhammad Zain, Zainal, mengatakan bahwa bantuan diberikan untuk relawan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi dalam penanganan karhutla di Kalsel. Bantuan diberikan untuk 20 kelompok relawan petugas damkar dan 10 kelompok relawan emergency.
Zain mengatakan, kebakaran lahan dan hutan yang terus terjadi membuat relawan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini yang mendorong Zainal untuk memberikan dukungan melalui dana operasional untuk para kelompok relawan.
"Ya kita berharap semoga karhutla bisa mereda, dan Kalsel bisa segera membaik," tutupnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(des/des)