Kalimantan Barat

Kekeringan Ekstrem di Kayong Utara, Ada yang Terpaksa Pakai Air Parit

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 21 Agu 2026 18:30 WIB
Foto: Warga di Kayong Utara mengambil air parit untuk kebutuhan sehari-hari karena kekeringan. (dok Istimewa)
Kayong Utara -

Kemarau panjang memicu kekeringan ekstrem di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sedikitnya lima desa di Kecamatan Pulau Maya dilaporkan mengalami krisis air bersih.

Sumur-sumur warga mulai mengering. Persediaan air hujan yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari juga semakin menipis.

Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Desa Kamboje dan Dusun Kecil. Warga terpaksa menggunakan air parit untuk mandi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ironisnya, air parit tersebut bercampur lumpur dan terdampak jerebu asap sisa kebakaran lahan. Untuk kebutuhan minum, warga selama ini mengandalkan air hujan yang ditampung. Namun, persediaan tersebut kini mulai habis.

Ujang, warga Desa Kamboje mengatakan, warga sangat membutuhkan pasokan air bersih dari pemerintah.

"Kalau sekarang ini, kami sangat perlu sekali air bersih. Sumur sudah kering. Air hujan yang dipakai selama musim panas ini juga sudah habis," kata Ujang, Jumat (21/8/2026).

Karena tidak memiliki pilihan lain, warga terpaksa memanfaatkan air parit.

"Terpaksa air parit yang bercampur lumpur dan debu asap bekas kebakaran dipakai untuk sehari-hari," sambungnya.

Ujang berharap Pemkab Kayong Utara segera mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak. Dia juga meminta pemerintah membangun sumur bor sebagai solusi menghadapi kekeringan.

Selain pemerintah, Ujang berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut ikut membantu mengatasi krisis air bersih.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork