Kalimantan Flashback

Kisah Nyata Persahabatan Buaya Riska dan Manusia di Kalimantan

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Jumat, 31 Jul 2026 18:01 WIB
Foto: Ambo dan buaya Riska di Bontang, Kalimantan Timur. (dok.istimewa)
Bontang -

Persahabatan antara manusia dan predator buas biasanya hanya ada dalam dongeng. Namun di Sungai Guntung, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), kisah ini nyata adanya.

Selama lebih dari satu dekade, seorang pria bernama Ambo menjalin ikatan emosional yang luar biasa dengan seekor buaya muara sepanjang 4,42 meter yang ia beri nama Riska. Cerita ini sempat viral sekitar tahun 2020 lalu.

Awal Mula Pertemuan

Pertemuan pertama mereka terjadi sekitar akhir 1990-an yang lalu saat Ambo bekerja di muara laut untuk sebuah perusahaan BUMN. Ambo yang saat itu melihat seekor buaya kecil mulai memberinya makan, dan sejak saat itu, sang buaya rutin mendatangi Ambo.

"Saya waktu itu dikontrak perusahaan, kebetulan bertugas di muara laut dan waktu itu saya lihat ada buaya, kemudian saya beri makan. Sejak saat itu, buaya tersebut sering datang untuk meminta makan," kata Ambo, saat diwawancarai detikcom, Jumat (12/6/2020).

Hubungan mereka semakin erat hingga Ambo menganggap Riska sebagai bagian dari keluarganya. Ambo bahkan mengaku memiliki kontak batin dengan Riska dan sering berkomunikasi melalui mimpi.

"Sudah 14 tahun buaya itu hidup berdampingan, buaya betina yang kini berusia 23 tahun dan sudah saya anggap seperti anak sendiri," ujar Ambo yang saat itu berusia 50 tahun.

Riska Melindungi Warga

Kehadiran Riska di permukiman nelayan Desa Guntung awalnya memicu kekhawatiran, namun Ambo menegaskan bahwa Riska adalah tetangga yang baik. Bahkan, ada cerita heroik di mana Riska disebut pernah menolong seorang balita yang terjatuh ke laut.

"Warga melihat balita itu sudah berada di punggung buaya Riska dan terlihat sedang bermain bersama Riska," tutur Ambo menceritakan kejadian tersebut.

Ambo selalu mendampingi jika ada warga yang ingin berinteraksi atau menyentuh Riska. Baginya, kasih sayang terhadap predator tersebut tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

"Rasa sayangnya sudah tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Selama saya masih bisa, masih sehat, ya saya terus rawat dia," ujarnya.




(bai/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork