BPBD Bantul memberi penjelasan soal munculnya api dari dalam tanah di Muntuk, Dlingo, Bantul. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Bantul, Antoni Hutagaol menyebut api diduga muncul dari timbunan sampah lama yang terkena panas matahari.
"Jadi tempat itu dulunya jadi tempat pembuangan sampah sekitar tiga tahun dan sampahnya campuran. Sehingga kemungkinan karena sampah terus kena panas, karena kan lembab juga," ucapnya saat diminta konfirmasi detikJogja, Kamis (22/10/2026).
BPBD kini masih memantau lokasi hingga beberapa hari ke depan untuk memastikan api tak kembali muncul.
"Langkahnya kami lakukan pemantauan sampai beberapa hari ke depan. Kalau api tidak muncul lagi berarti aman," jelasnya.
Diketahui, video kemunculan api itu beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, nampak api menyembur keluar dari dalam tanah di pekarangan warga.
Cerita Pemilik Pekarangan
Anak pemilik pekarangan, Samsiyah (42), menyebut dirinya sudah melihat asap keluar dari dalam tanah sejak pekan lalu. Tanah itu, baru terlihat mengeluarkan api pada Rabu (21/10) kemarin.
"Awalnya keluar asap itu dari tanah, saya diamkan saja sampai satu pekan. Nah, kemarin (Rabu) pagi sekitar jam enam saya menyapu dan muncul api dari dalam tanah," kata dia saat ditemui di rumahnya, Muntuk, Dlingo, Bantul.
Samsiyah pun berusaha memadamkan api itu. Akan tetapi upayanya tidak membuahkan hasil.
"Api yang keluar dari dalam tanah itu saya sumpal pakai plastik tapi tetap menyala. Terus saya siram pakai air malah membesar apinya, jadi apinya seperti menyembur itu," ujarnya.
Ia sempat meninggalkan api itu untuk mengurus anaknya yang sakit hingga siang. Setelah kembali, ia masih melihat api keluar dari dalam tanah.
"Disiram lagi terus, tetap tidak padam, sampai akhirnya saya rekam video dan upload ke medsos. Karena saya sama sekali tidak bakar sampah di situ kok bisa keluar apinya," ucapnya.
Warga pun berdatangan ke kediaman Samsiyah. Warga lalu melakukan pemadaman api dengan peralatan seadanya.
"Karena malam tadi masih menyala, pemuda-pemuda ke sini dan dibongkar, dipacul tanahnya terus disiram air," kata Samsiyah.
"Pagi tadi sudah tidak keluar apinya, tapi masih bau seperti sampah terbakar," ucapnya.
Terkait apakah pekarangan itu merupakan tempat sampah, Samsiyah membenarkannya. Sampah-sampah itu tertimbun di tanah.
"Jadi sekitar tiga tahun di situ pernah untuk membuang sampah dan akhirnya ditimbun tanah," ujarnya.
Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
(afn/afn)