Belasan wisatawan menjadi korban sengatan ubur-ubur saat bermain di pantai selatan (pansela) Kabupaten Gunungkidul. Dari belasan wisatawan itu sebagian besar merupakan anak-anak.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto menjelaskan, sengatan ubur-ubur terjadi di tiga pantai. Adapun ketiga pantai itu adalah Pantai Sepanjang, Drini dan Krakal.
"Sampai sore tadi ada 15 wisatawan yang tersengat ubur-ubur," katanya saat dihubungi wartawan, Minggu (2/8/2026).
Secara rinci, Pantai Drini satu orang, Pantai Krakal dua orang dan Pantai Sepanjang 12 orang. Surisdiyanto melanjutkan, bahwa sebagian besar merupakan anak-anak.
"Dari 15 orang itu paling banyak anak-anak, karena kebanyakan tertarik dengan bentuk ubur-ubur lalu menyentuh atau dibuat mainan," ujarnya.
Mengingat biota laut tersebut berwarna biru kombinasi putih transparan dan teksturnya menggelembung. Selain itu, ubur-ubur tersebut kerap ditemukan di pinggir Pantai.
Surisdiyanto juga mengungkapkan sengatan ubur-ubur bisa membuat gatal-gatal hingga panas pada bagian yang tersengat ubur-ubur. Bahkan, paling parah bisa sampai sesak napas dan pingsan.
"Karena itu, kalau ada yang terkena sengatan ubur-ubur bisa segera ke pos SAR untuk mendapatkan pertolongan," ucapnya.
Di sisi lain, Surisdiyanto mengaku jika Tim SAR selalu memberikan imbauan baik secara langsung maupun melalui pengeras suara agar wisatawan tidak memegang ubur-ubur tersebut.
"Kami juga melakukan patroli secara rutin di Pantai untuk membersihkan ubur-ubur yang muncul," katanya.
Diberitakan sebelumnya, ubur-ubur beracun atau impes mulai muncul di Pantai Selatan (Pansela) Gunungkidul. Tim SAR menyebut puncak kemunculan ubur-ubur berlangsung bulan Juli-Agustus.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron mengatakan, bahwa pertengahan bulan ini memang musimnya impes bermunculan. Namun, intensitas kemunculan impes belum begitu sering.
"Memang sudah musimnya impes keluar, biasanya pertengahan bulan Juni sampai Agustus. Kalau puncaknya antara bulan Juli sampai Agustus," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (17/6/2026).
Simak Video "Video: Banyak Hari Libur, Perjalanan Wisnus Maret 2026 Naik Drastis"
(aku/aku)