Round-Up

Teror Api di Rumah Fia Akhirnya Berhenti

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 18 Jun 2026 05:01 WIB
BPBD Sleman menyerahkan hasil penelitian terkait fenomena kebakaran di rumah warga Seyegan kepada Mutfiana, Rabu (17/6/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Jogja -

Teror api di rumah Mutfiana atau Fia, warga Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, akhirnya berhenti. Menurut Fia, fenomena misterius yang menyebabkan kebakaran berulang itu sudah tidak muncul sejak Senin lalu.

"Tiga hari ini aman (tidak ada kejadian kebakaran)," kata Fia saat ditemui wartawan di Kantor BPBD Sleman, Rabu (17/6/2026).

Barang Mudah Terbakar Dipindah

Dia mengatakan, kebakaran misterius sudah berhenti lantaran keluarganya sudah mengevakuasi seluruh barang-barang yang mudah terbakar di lantai 1. Kini hanya tersisa lemari kayu, freezer, dan akuarium.

"Nah, perlu diketahui teman-teman, api ini eh alhamdulillah tidak terjadi lagi karena kita sudah mengosongkan rumah," ujarnya.

Fia juga menjelaskan soal api misterius yang tidak muncul lagi setelah dipasang CCTV.

"Jadinya kalau misalnya kita masih ada barang-barang sesuai seperti di awal sebelum dipasangi CCTV, kan ada nih statement bilang kalau, 'loh, setelah ada CCTV kenapa tidak terjadi terbakar gitu ya?' Ya karena sebelum ada CCTV, kita sudah relokasikan semuanya barang-barang yang mudah terbakar itu," ucap dia.

Total 127 Kali Kebakaran

Fia menjelaskan, total terjadi 127 kali kebakaran sejak fenomena itu pertama muncul pada Sabtu (23/5) lalu. Keluarganya kini bersiap menempati lantai dua rumah yang disebut relatif aman.

"Pindah ke rumah atas, yang notabene memang aman ya. Yang di bawah sementara ini memang dikosongkan. Kita parkir juga masih mengungsi," kata dia.
Hasil Penelitian Ilmiah Diserahkan

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian dari para akademisi ke Fia.

"Jadi Mbak Fia ini datang ke kantor BPBD mewakili keluarga untuk meminta hasil riset penelitian, observasi, dari teman-teman tim yang kemarin terjun untuk meneliti fenomena api di Sayegan. Hasil kajiannya, temuannya dari UGM, UPN, dan juga BBPTKG," kata Bambang kepada wartawan, kemarin.

CCTV Dicopot

Bambang melanjutkan, setelah pengumuman terakhir dari pemerintah pada Senin (15/6), dua CCTV yang dipasang di rumah Fia juga telah dicopot. Pemerintah, kata Bambang, menyebut penelitian ilmiah sudah selesai dan saat ini penyelidikan dilimpahkan ke polisi.

"Sudah dicopot semua. Yang di (rumah) Fia ada dua di ruang depan dan ruang tengah," jelasnya.

Fia pun mendukung langkah kepolisian yang menyelidiki fenomena kebakaran berulang di rumahnya.

"Saya dan keluarga membuka sekali untuk kepolisian dalam tahap penyelidikan," kata Fia.

Dia mempersilakan pihak kepolisian jika ingin melakukan prosedur pemeriksaan terhadap anggota keluarganya

"Kalau memang dibutuhkan apa pun terkait dengan hal tersebut, kami ya mengupayakan," jelasnya.

Bantah Kebakaran Disengaja

Fia juga membantah isu yang menyebut kebakaran di rumahnya direkayasa. Apalagi barang yang terbakar merupakan hasil jerih payahnya dan keluarga.

"Nabung buat beli spring bed, nabung buat beli baju. Kok ya tega banget, terus motifnya itu apa? Enggak mudah dapatnya butuh proses panjang mosok kita bakar sendiri," ujarnya.

Di sisi lain, Fia mendatangi Kantor BPBD Sleman untuk meminta salinan hasil penelitian dari para akademisi.

"Saya belum baca (hasil penelitian). Saya kemarin hanya membaca sekilas lewat media. Saya belum membaca full ini. Jadi saya kalau suruh menanggapi (hasil penelitian), saya belum bisa," ucap dia.

Penelitian Ilmiah Usai

Penelitian yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN 'Veteran' Jogja mengenai fenomena rumah api di kediaman seorang warga bernama Mutfiana di Seyegan, Sleman, telah rampung dilakukan. Namun, asal muasal api yang 'meneror' rumah Fia masih misterius.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menerangkan kesimpulan dari munculnya api misterius itu tidak ada kaitannya dengan fenomena alam. Pernyataan itu muncul usai Bambang rapat bersama tim UGM, BPPTKG, UPN, dan instansi terkait lainnya di Kantor Bupati Sleman.

"Intinya bahwa dari fenomena api yang muncul di Seyegan ini, dari hasil penelitian semua sampaikan tadi, tidak ada hubungannya (fenomena alam) dengan api yang muncul. Fenomena alam itu tidak menimbulkan api yang muncul di Seyegan," kata Bambang kepada wartawan di kantor Bupati Sleman, Senin (15/6/2026).




(dil/apl)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork