Kampung Blekok Situbondo, Wisata Mangrove yang Menjadi Habitat Burung Air

Kampung Blekok Situbondo, Wisata Mangrove yang Menjadi Habitat Burung Air

Maratus Sholikah - detikJatim
Minggu, 25 Okt 2026 07:20 WIB
Wisatawan naik perahu untuk menjelajahi hutan mangrove di Kampung Blekok, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (8/1/2021). Kawasan konservasi hutan mangrove seluas 27 hektar itu merupakan habitat bagi 11 jenis burung air yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/rwa.
Wisata Kampung Blekok Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA
Situbondo -

Kampung Blekok merupakan destinasi wisata berbasis ekowisata yang terletak di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Berdasarkan informasi dari laman resmi Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata, kawasan ini menggabungkan konservasi hutan mangrove dengan habitat burung air.

Kawasan mangrove yang mendominasi wilayah tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal keanekaragaman hayati pesisir. Selain menikmati lingkungan alam, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan edukasi mangrove, mulai dari mengenal jenis tanaman hingga mempelajari proses penanamannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daya Tarik Wisata Kampung Blekok

Daya tarik Kampung Blekok di Situbondo tidak hanya terletak pada kawasan hutan mangrovenya, tetapi juga pada keanekaragaman burun air, kerajinan warga lokal, hingga kuliner khas yang dapat dijumpai di sekitar desa wisata. Berikut beberapa daya tarik yang bisa dinikmati pengunjung.

1. Mengamati burung air di kawasan konservasi

Kampung Blekok menjadi habitat burung air jenis Ardeidae, yang dikenal masyarakat sebagai burung blekok. Pengunjung dapat menikmati burung burung tersebut dari jembatan kayu atau menara pandang. Waktu yang disarankan untuk melihat aktivitas burung adalah pagi sekitar pukul 05.00 WIB ketika mencari makan dan sore sekitar pukul 17.00 WIB saat kembali ke sarang.

ADVERTISEMENT

2. Mengenal kerajinan tangan warga lokal

Kampung Blekok juga memiliki kerajinan yang dibuat oleh masyarakat setempat. Beberapa di antaranya berupa alat music dari bahan sampah, odheng atau penutup kepala khas Situbondo, serta kerajinan berbahan kayu dan kerang. Pengunjung dapat melihat hasil kerajinan tersebut sekaligus membelinya sebagai buah tangan.

3. Menjelajahi kawasan hutan mangrove

Hutan mangrove menjadi salah satudaya tarik utama Kampung Blekok. Pengunjung dapat berjalan menyusuri jembatan kayu untuk menikmati pemandangan hutan bakau dan mengamati burung sekitarnya. Pengunjung juga bisa berkeliling menggunakan perahu nelayan untuk menikmati kawasan pesisir.

4. Menikmati suasana sore dan berfoto

Kawasan Kampung Blekok juga memiliki kafe dan sejumlah tempat untuk berfoto. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati pemandangan pesisir, terutama saat sore hari. Area inni bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus mengikuti aktivitas tertentu.

5. Mencicipi kuliner rujak petis

Selain wisata alam, pengunjung dapat mencicipi rujak petis sebagai slaah stau pilihan kuliner. Hidangan ini terdiri dari aneka sayuran dengan bumbu berbahan kacang dan petis udang. Tahu dan tempe juga dapat ditambahkan sebagai pelengkap.

Jenis Burung yang Menjadi Penghuni Kampung Blekok

Di Kampung Blekok, terdapat empat jenis burung yang menjadi penghuni kawasan tersebut, yaitu burung blekok, kuntul, kuntul kerbau, dan kowak. Keempatnya termasuk dalam kelompok burung dari famili Ardeidae atau kuntul-kuntulan, tetapi memiliki ciri fisik dan kebiasaan yang berbeda.

1. Burung blekok

Burung blekok memiliki nama ilmiah Ardeola speciosa dan panjang tubuh sekitar 46 cm. Burung ini tersebar di kawasan Asia Tenggara dengan makanan berupa serangga, ikan, dan kepiting. Ciri khasnya antara lain paruh berwarna kuning dengan ujung hitam serta bulu punggung berwarna kecokelatan ketika tidak dalam masa berbiak.

2. Burung kuntul

Kuntul merupakan sebutan bagi kelompok burung dari famili Ardeidae. Burung ini memiliki kaki dan leher yang panjang serta dapat ditemukan di berbagai wilayah dunia. Habitatnya meliputi lahan basah dan kawasan pesisir, dengan makanan berupa ikan, katak, serta hewan invertebrata lainnya.

3. Burung kuntul kerbau

Kuntul kerbau juga termasuk famili Ardeidae. Ukuran tubuhnya berkisar 48-53 cm, dengan bentuk tubuh yang relatif ramping. Burung ini menjadi salah satu jenis burung yang dapat dijumpai di kawasan Kampung Blekok.

4. Burung kowak

Kowak, atau kowak malam kelabu, merupakan burung dari kelompok kuntul yang dikenal aktif pada malam hari. Burung ini memiliki suara khas yang terdengar seperti "kwak, kwak". Di kalangan nelayan, kowak juga dikenal dengan sebutan kowak maling karena kebiasaannya mengambil ikan dari tambak.

Tarif Masuk Wisata Kampung Blekok

Tarif masuk wisata Kampung Blekok dibedakan berdasarkan usia pengunjung dan hari kunjungan. Untuk wisatawan domestik, tiket anak-anak berusia di bawah 12 tahun dibanderol Rp5.000 pada hari kerja dan Rp7.000 saat akhir pekan. Sementara itu, tiket dewasa untuk pengunjung berusia 12-80 tahun dikenakan tarif Rp7.000 pada hari kerja dan Rp10.000 saat akhir pekan.

Informasi tiket mencantumkan masa berlaku selama enam bulan sesuai kategori hari kunjungan yang dipilih. Sebelum berwisata, pengunjung disarankan memastikan kembali tarif terbaru kepada pengelola Kampung Blekok.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads