Turis Rusia Tersangkut Pohon Pinus Saat Main Paralayang di Kota Batu

Turis Rusia Tersangkut Pohon Pinus Saat Main Paralayang di Kota Batu

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Rabu, 26 Agu 2026 11:30 WIB
Proses evakuasi turis yang tersangkut di pohon saat bermain paralayang
Proses evakuasi turis yang tersangkut di pohon saat bermain paralayang/Foto: Dokumen SAR
Kota Batu -

Seorang wisatawan atau turis asal Rusia bernama Aleksandr Popov (35) mengalami insiden tak terlupakan saat berlibur ke Kota Batu. Ia tersangkut di pohon pinus saat bermain paralayang di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit P.H menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (25/8/2026). Awalnya, tim SAR mendapatkan laporan dari BPBD Kota Batu, ada seorang paraglider yang mengalami masalah dan tersangkut di pohon.

"Laporan kami terima pada Selasa kemarin," ujar Nanang, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menindaklanjuti informasi tersebut, satu tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya dikerahkan untuk melakukan evakuasi bersama dengan tim BPBD kota Batu, Pengelola Wisata Paralayang dan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

Sesampainya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan asesmen untuk menentukan metode yang aman dalam menurunkan Alexandr. Kondisi medan dan posisi korban yang berada di atas pohon membuat tim SAR gabungan melakukan penanganan dengan hati-hati.

Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu hingga dua jam akibat minimnya penerangan di area hutan serta posisi korban yang berada di ketinggian pepohonan.

Tim SAR gabungan selanjutnya menyiapkan peralatan vertical rescue guna mengevakuasi korban dengan metode lowering. Dengan metode ini, korban diturunkan bertahap dari ketinggian dengan sistem tali dan perangkat keselamatan.

Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi menjelaskan, proses evakuasi korban berlangsung sekitar dua jam. Setelah berhasil mencapai bawah pada pukul 22.00 WIB, korban menjalani pemeriksaan medis.

"Evakuasi yang kami lakukan memakan waktu kurang lebih dua jam," jelas Imam.

Imam menambahkan, minimnya penerangan di area hutan dan posisi korban yang berada di antara pepohonan membuat setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya cedera.

Setelah dipastikan dalam kondisi baik, Aleksandr diserahkan kepada pihak pengelola wisata paralayang dan pihak keluarganya guna penanganan lebih lanjut.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads