Signage Kayutangan Kota Malang Mendadak Hilang

Signage Kayutangan Kota Malang Mendadak Hilang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 18 Agu 2026 17:15 WIB
Signage Kayutangan Heritage raib
Signage Kayutangan Heritage raib (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Signage atau tulisan 'Kayutangan Heritage' yang berdiri megah di kawasan bundaran Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, mendadak hilang. Aset yang biasa menjadi spot foto favorit para wisatawan dan warga lokal tersebut, kini tak lagi terlihat di lokasi. Warga yang melintas pun bertanya-tanya.

Ternyata, lenyapnya tulisan ikonik tersebut sengaja dilakukan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Langkah tegas ini diambil lantaran kondisi fisik signage mengalami kerusakan yang cukup parah hingga tak memungkinkan untuk dibiarkan begitu saja.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengonfirmasi, kerusakan fatal tersebut merupakan imbas dari aksi konvoi perayaan HUT Arema ke-39 yang berlangsung pada 10 sampai 11 Agustus 2026 dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raymond menjelaskan, sebelum insiden konvoi terjadi, beberapa titik huruf pada signage memang sudah mengalami gangguan teknis, seperti lampu neon yang mati.

Namun, situasi makin memburuk usai perayaan tersebut karena terdapat setidaknya empat huruf yang pecah parah akibat ulah oknum tak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

Mengingat tingkat kerusakannya yang tergolong berat, pihak DLH akhirnya memutuskan untuk mengangkut dan melepas seluruh rangkaian huruf Kayutangan Heritage.

Keputusan ini diambil agar proses evaluasi serta perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh di bengkel kerja, ketimbang membiarkannya terbengkalai dalam kondisi rusak di ruang publik.

Warga Kota Malang hingga wisatawan tampaknya harus berlapang dada dan menunggu lebih lama untuk kembali berswafoto di depan ikon tersebut. Raymond mengaku pihaknya belum bisa memastikan kapan signage Kayutangan Heritage akan dipasang kembali ke tempat semula.

Hal tersebut terjadi karena DLH Kota Malang saat ini tidak mengantongi pos anggaran khusus untuk perbaikan signage tersebut.

DLH juga masih harus melakukan evaluasi mendalam sembari menunggu pencairan atau alokasi anggaran perbaikan resmi agar fasilitas ikonik di jantung Kota Malang itu bisa diperbaiki secara tuntas dan kembali berdiri kokoh.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads