Femas yang Kabur Saat Tur Korea Diduga Masih di Ansan

Femas yang Kabur Saat Tur Korea Diduga Masih di Ansan

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 25 Jul 2026 12:40 WIB
Femas saat diduga berada di Masjid Ansan Korea Selatan
Femas saat diduga berada di Masjid Ansan Korea Selatan. Foto: Istimewa
Sidoarjo -

Femas (22), peserta tur asal Madiun yang kabur saat berada di Korea Selatan, diduga masih berada di kawasan Ansan. Informasi terbaru menyebut, Femas kini tengah mencari penginapan setelah sebelumnya diketahui sempat berada di sebuah masjid.

CEO Berani Backpacker Fariz Ragil Ramadhani mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari sejumlah WNI yang berada di Korea Selatan. Femas disebut sudah tidak lagi berada di masjid.

"Jadi update terbaru dari teman-teman WNI yang melihat baru-baru ini dia itu sebenarnya masih ada di seputaran Ansan, tapi dia sudah enggak di masjid gitu," kata Dhani saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dhani menyebut, Femas tengah mencari penginapan dengan sistem sewa kamar.

"Kalau infonya sih, dia sekarang lagi cari tempat tinggal kayak penginapan gitu. Cari kayak satu kamar, satu kamar gitu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pihak Berani Backpacker juga terus berkoordinasi dengan tim di Korea Selatan, dan melaporkan keberadaan Femas kepada pihak berwenang.

"Jadi, kami sudah ada tim di sana, sudah proses lapor juga. Sudah diterima laporannya," tuturnya.

Kini, pihaknya pun masih mengumpulkan informasi dari sejumlah WNI terkait keberadaan Femas. Dia juga memastikan, pihak travel tetap membuka komunikasi apabila Femas ingin kembali ke Indonesia.

"Tapi yang jelas dari sisi kami, dari travel, kami membuka gitu ya, membuka pintu kapan aja buat si Femas ini. Kalau dia misalkan mau lebih aman bisa hubungi kami gitu kan. Kami bantu proses. Toh juga dari imigrasi tidak mungkin tidak membantu gitu kan, karena itu memang kawasannya mereka. Misalkan, kalau ada kendala seperti apa kan pasti dibantu gitu ya," jelasnya.

Dhani pun mengimbau Femas untuk kembali ke Indonesia.

"Daripada ke sana kesusahan cari kerja, ditolakin, bingung, lebih susah gitu ya, mending balik aja gitu. Toh juga dari kami welcome gitu kan. Untuk urusan hukum dan lain sebagainya ya kami serahkan kepada pihak berwenang gitu ya," pungkasnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads