Pihak Kebun Binatang Surabaya (KBS) buka suara setelah eks direktur utamanya (dirut), Choirul Anwar ditetapkan sebagai tersangka korupsi Kejati Jatim. Kasus itu terkait pengelolaan keuangan periode 2016-2024 Rp 10,2 miliar.
"Kami memahami adanya perhatian publik terhadap pemberitaan yang berkembang mengenai Kebun Binatang Surabaya. Kami menghormati proses yang saat ini sedang ditangani oleh instansi yang berwenang," kata Kepala Seksi Humas KBS, Lintang Ratri kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
"Fokus kami saat ini, operasional Kebun Binatang Surabaya tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Lintang mengatakan, seluruh kegiatan konservasi, pemeliharaan dan pelayanan kesehatan satwa terus dilaksanakan sesuai standar yang berlaku. Tak hanya itu, kebutuhan dan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama KBS.
Kemudian, pelayanan kepada pengunjung juga tetap berlangsung secara normal. Pihaknya terus berkomitmen untuk menjalankan fungsi KBS sebagai lembaga konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi.
"Apabila terdapat perkembangan yang memang dapat disampaikan kepada publik, kami akan menyampaikannya melalui saluran komunikasi resmi Kebun Binatang Surabaya," pungkasnya.
Sebelumnya, mantan Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan periode 2016-2024. Ia diduga penyelewengan dana sebesar Rp 10,2 miliar.
Aspidsus Kejati Jatim I Gede Punia mengatakan penetapan tersangka dilakukan usai tim penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait penyalahgunaan anggaran operasional. Menurut dia, penyidik mengidentifikasi adanya pengeluaran kas yang tidak sah pada tahun 2023 hingga 2024 dan turut disetujui oleh Direktur Keuangan kala itu.
"Pada malam ini kami menetapkan satu orang tersangka atas nama inisial CA selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya," kata Punia saat konferensi pers di Gedung Kejati Jatim, Rabu (22/7/2026).
Simak Video "Surabaya Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Transformasi Industri Grafika"
(auh/abq)