Bukit Lemparan Tulungagung: Rute, Tiket, hingga Waktu Terbaik Berkunjung

Bukit Lemparan Tulungagung: Rute, Tiket, hingga Waktu Terbaik Berkunjung

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 30 Jun 2026 17:00 WIB
Gunung Budeg Tulungagung.
Kawasan gunung budeg di Tulungagung (Foto: Website Desa Tanggung Tulungagung)
Tulungagung -

Tulungagung dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan menarik, salah satunya Bukit Lemparan. Berada di sisi timur Gunung Budheg, tempat ini menjadi salah satu hidden gem yang mulai mencuri perhatian wisatawan karena menyuguhkan hamparan savana luas dengan panorama perbukitan yang memanjakan mata.

Sebelum dikenal sebagai tujuan wisata, Bukit Lemparan sebenarnya bukan kawasan wisata seperti sekarang. Area ini dulunya lebih sering dimanfaatkan warga sekitar, terutama para peternak sapi yang mencari rumput. Namun, berkat keindahan lanskapnya yang banyak dibagikan melalui media sosial, kawasan tersebut perlahan berubah menjadi destinasi alam yang mulai ramai dikunjungi.

Apa saja daya tarik Bukit Lemparan Tulungagung, bagaimana akses menuju lokasinya, dan kapan waktu terbaik untuk berkunjung? Berikut informasi lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Bukit Lemparan Tulungagung

Bukit Lemparan merupakan kawasan perbukitan yang berada di lereng Gunung Budheg, Tulungagung. Lokasinya berada pada ketinggian sekitar 585 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan karakter alam berupa hamparan rumput luas dan area terbuka.

Nama "Lemparan" sendiri berasal dari istilah bahasa Jawa yang menggambarkan kondisi wilayahnya yang cenderung lapang dan relatif rata.

ADVERTISEMENT

Dahulu, kawasan ini belum banyak dikenal wisatawan. Aktivitas utama masyarakat di sekitar bukit lebih berkaitan dengan kegiatan peternakan dan pertanian. Para warga biasa memanfaatkan area tersebut sebagai tempat mencari rumput untuk ternak sapi.

Namun, keindahan alam yang ditawarkan membuat Bukit Lemparan mulai mendapat perhatian. Foto dan video pemandangan bukit yang tersebar di media sosial membuat semakin banyak orang penasaran untuk datang menikmati suasana alamnya.

Lokasi Bukit Lemparan Tulungagung

Secara administratif, Bukit Lemparan berada di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Akses menuju lokasi biasanya dimulai dari kawasan Makam Tumenggung Suron Tani di Dukuh Sendang. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan ke arah timur menuju kawasan Bukit Lemparan yang berada tidak jauh dari area wisata Gunung Budheg.

Perjalanan dari titik awal menuju bukit membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit berjalan kaki. Jalurnya memang menanjak, tetapi masih tergolong ramah bagi wisatawan pemula yang ingin mencoba wisata trekking ringan.

Bagi pengunjung yang ingin perjalanan lebih praktis, tersedia jasa ojek lokal dengan tarif sekitar Rp 10.000 sekali jalan.

Daya Tarik Bukit Lemparan

Salah satu alasan Bukit Lemparan mulai diminati wisatawan adalah pemandangan alamnya yang berbeda dari destinasi wisata populer lainnya di Tulungagung.

Setelah melewati jalur pendakian, pengunjung akan disambut hamparan rumput luas dengan latar perbukitan yang terlihat berlapis. Suasana tersebut memberikan kesan seperti berada di kawasan savana alami.

Saat musim hujan, area bukit akan terlihat lebih hijau dengan suasana yang sejuk dan menyegarkan. Sementara ketika musim kemarau tiba, warna rumput berubah menjadi kecokelatan dengan nuansa keemasan yang justru memberikan daya tarik tersendiri.

Pemandangan terbuka di Bukit Lemparan juga menjadi salah satu alasan tempat ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.

Fasilitas Bukit Lemparan Tulungagung

Sebagai destinasi yang masih berkembang, fasilitas di Bukit Lemparan masih tergolong sederhana. Pengelolaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

Pengunjung biasanya dikenakan biaya parkir sekitar Rp5.000. Meski fasilitas belum seperti destinasi wisata besar, masyarakat sekitar terus berupaya menjaga kenyamanan pengunjung.

Pada hari biasa, jumlah wisatawan yang datang dapat mencapai ratusan orang. Jumlah tersebut biasanya meningkat saat akhir pekan maupun musim liburan.

Keberadaan area parkir juga menjadi salah satu bentuk pengelolaan agar kendaraan wisatawan tidak mengganggu aktivitas warga yang masih menggunakan jalur sekitar untuk menuju ladang.

Trek Bukit Lemparan, Cocok untuk Pendaki Pemula

Salah satu keunggulan Bukit Lemparan adalah jalurnya yang tidak terlalu ekstrem. Dari area parkir menuju lokasi utama bukit, jarak tempuh diperkirakan sekitar 2 kilometer.

Jalur yang dilewati didominasi tanjakan ringan hingga sedang. Beberapa bagian trek cukup terbuka sehingga pengunjung akan langsung berhadapan dengan panas matahari.

Dengan tingkat kesulitan ringan hingga menengah, Bukit Lemparan cocok untuk berbagai kalangan, termasuk wisatawan yang baru mencoba aktivitas trekking.

Meski demikian, pengunjung tetap disarankan berjalan santai, membawa air minum, dan tidak memaksakan diri terutama ketika cuaca sedang panas atau kondisi jalur licin setelah hujan.

Waktu Terbaik Mengunjungi Bukit Lemparan

Karena sebagian besar area Bukit Lemparan berupa ruang terbuka, waktu kunjungan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Waktu terbaik untuk datang adalah:

  • Pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB, saat udara masih sejuk dan suasana lebih tenang.
  • Sore menjelang matahari terbenam, ketika cahaya matahari lebih lembut dan panorama terlihat semakin indah.

Selain lebih nyaman untuk berjalan, waktu tersebut juga menjadi momen terbaik bagi wisatawan yang ingin mengambil foto dengan latar pemandangan bukit.

Perlengkapan yang Sebaiknya Dibawa ke Bukit Lemparan

Karena fasilitas di area atas bukit masih terbatas, wisatawan sebaiknya mempersiapkan perlengkapan pribadi sebelum berangkat.

Beberapa barang yang disarankan antara lain:

  • Sepatu atau sandal gunung dengan alas tidak licin.
  • Air minum yang cukup.
  • Topi atau pelindung kepala.
  • Jas hujan ringan saat musim hujan.
  • Kantong sampah pribadi.

Persiapan sederhana tersebut dapat membuat perjalanan lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kebersihan kawasan wisata.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads