Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Meski Gunung Semeru Erupsi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 13:15 WIB
Wisata Bromo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Malang -

Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi pada Jumat pagi (19/6/2026), pukul 07.21 WIB. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyebut destinasi wisata Gunung Bromo tetap buka.

Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Sermeru, Endrip Wahyutama mengatakan, erupsi Gunung Semeru yang terjadi pagi tadi, tidak otomatis berdampak kepada seluruh kawasan TNBTS.

Meski berada dalam satu kawasan TNBTS, Gunung Semeru dengan Gunung Bromo berada pada lokasi yang berbeda.

"Erupsi Gunung Semeru tidak otomatis berdampak pada seluruh kawasan TNBTS. Meski Semeru dan Bromo berada dalam satu kawasan taman nasional, keduanya merupakan gunung api yang berbeda dengan karakteristik aktivitas vulkanik dan sistem pemantauan yang berbeda pula," ujar Endrip saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

Endrip menjelaskan, aktivitas Gunung Semeru dipantau oleh Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur. Sementara aktivitas Gunung Bromo dipantau oleh Pos Pengamatan Gunungapi Bromo di Cemoro Lawang.

Menurut Endrip, hingga saat ini, kawasan wisata Bromo tidak termasuk dalam zona bahaya yang direkomendasikan oleh PVMBG terkait erupsi Semeru.

"Karena itu, aktivitas wisata di Bromo tetap dapat berlangsung seperti biasa," tegasnya.

Meski begitu, Balai Besar TNBTS terus memantau perkembangan aktivitas kedua gunung api aktif yang berada di kawasan TNBTS itu. Pantauan dilakukan dengan merujuk hasil pengamatan dan evaluasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Kami tetap memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik yang terus dipantau dan dievaluasi oleh PVMBG melalui masing-masing pos pengamatan gunung api tersebut," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi pada Jumat pagi (19/6/2026), pukul 07.21 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 33 detik.

PVMBG juga mencatat erupsi di sertai awan panas guguran dengan jarak luncur kurang lebih 4500 meter yang mengarah ke besuk kobokan.

"Gunung Semeru mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4.500 meter," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima detikJatim, Jumat (19/6/2026).



Simak Video "Video: Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork