Indahnya Fenomena Gunung Bromo Berselimut Salju Perdana Tahun Ini

Round Up

Indahnya Fenomena Gunung Bromo Berselimut Salju Perdana Tahun Ini

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 09 Jun 2026 07:43 WIB
Embun Upas Perdana Tahun 2026 Hiasi Bromo
Salju embun upas selimuti kawasan lautan pasir Gunung Bromo perdana di tahun 2026 (Foto: Istimewa / Dok. Bams Tour Bromo)
Probolinggo -

Kawasan Wisata Gunung Bromo kembali menunjukkan pesona alam yang unik pada awal musim kemarau tahun ini. Pada Senin pagi (8/6/2026), fenomena embun upas atau embun beku untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2026 terlihat menyelimuti area di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Lapisan kristal es berwarna putih tersebut menutupi vegetasi seperti rerumputan dan dedaunan, hingga hamparan luas lautan pasir di sekitar kaldera Bromo

Fenomena alam ini terjadi lantaran suhu udara yang merosot tajam hingga menyentuh angka di bawah 5 derajat Celsius pada dini hari. Kondisi ini menyebabkan embun yang terbentuk sepanjang malam membeku dan menghasilkan lapisan putih yang sekilas menyerupai salju di negara empat musim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemunculan embun upas langsung menarik perhatian wisatawan yang telah berada di lokasi sejak sebelum fajar. Banyak pengunjung memanfaatkan momen langka tersebut untuk berfoto sekaligus menikmati udara dingin yang jarang ditemui di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan dokumentasi yang dibagikan komunitas wisata Bams Tour Bromo, kristal-kristal es terlihat tersebar di beberapa titik kawasan kaldera. Sejumlah wisatawan tampak berjalan di atas rerumputan dan lautan pasir yang masih tertutup lapisan embun beku tipis.

Pemandu wisata Bams Tour Bromo, Bambang, menjelaskan bahwa kemunculan embun upas menjadi salah satu tanda dimulainya musim kemarau di kawasan Pegunungan Tengger.

Menurutnya, fenomena pada pagi hari tersebut muncul cukup luas dan tidak hanya terlihat pada vegetasi, tetapi juga di sejumlah area lautan pasir.

Embun Upas Perdana Tahun 2026 Hiasi BromoSalju embun upas selimuti kawasan lautan pasir Gunung Bromo perdana di tahun 2026 (Foto: Istimewa / Dok. Bams Tour Bromo)

"Embun upas ini, sebagai kemunculan perdana embun upas sepanjang tahun 2026 yang langsung menjadi magnet bagi para wisatawan, embun upas umumnya muncul pada rentang Juni hingga Agustus, saat suhu udara mencapai titik terendah. Ketika temperatur turun di bawah lima derajat celsius, embun yang terbentuk pada malam hari dapat membeku dan membentuk kristal es," ujar Bambang, Selasa (8/6/2026).

Ia juga menjelaskan, wisatawan biasanya datang lebih awal untuk menyaksikan fenomena tersebut karena embun beku akan segera mencair setelah sinar matahari mulai menghangatkan permukaan tanah.

"Selain panorama matahari terbit yang menjadi ikon wisata Bromo, embun upas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Banyak wisatawan penasaran karena ingin melihat fenomena yang sekilas menyerupai salju, meski sebenarnya merupakan embun yang membeku akibat suhu rendah," tambah Bambang.

Antusiasme wisatawan terlihat jelas sejak pagi hari. Salah seorang pengunjung asal Bogor, Mia, mengaku sengaja datang ke Bromo pada musim kemarau untuk merasakan suasana khas pegunungan dan berharap dapat menyaksikan embun upas secara langsung.

"Sangat terkesan karena untuk pertama kalinya dapat melihat hamparan embun beku yang cukup luas. Bersama rombongannya, Mia tiba sebelum subuh dan menikmati pemandangan kristal es yang masih menempel di lautan pasir," kata Mia.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan sensasi seolah berada di negara dengan musim dingin. Meski udara terasa sangat menusuk, keindahan panorama alam yang tersaji membuat perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

"Menyaksikan embun upas secara langsung jauh lebih mengesankan dibandingkan melihat foto atau video di media sosial. Ia pun merekomendasikan pengalaman tersebut bagi para pecinta wisata alam dan fotografi," jelas Mia.

Fenomena embun upas sendiri merupakan kejadian tahunan yang lazim terjadi di kawasan Bromo dan Semeru saat puncak musim kemarau. Namun, intensitas dan waktu kemunculannya sangat bergantung pada kondisi cuaca serta suhu udara pada malam hingga dini hari.

Bagi wisatawan yang ingin berburu fenomena ini, disarankan datang sebelum matahari terbit dan mempersiapkan perlengkapan penghangat tubuh seperti jaket tebal, sarung tangan, serta penutup kepala.

Dengan kondisi cuaca yang mendukung, pengunjung berkesempatan menikmati pemandangan hamparan kristal es putih yang membuat lanskap Bromo tampak bak berselimut salju di tengah iklim tropis Indonesia.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads