Pesona Masjid An Nahdla: Ikon Wisata Religi Megah di Bojonegoro

Pesona Masjid An Nahdla: Ikon Wisata Religi Megah di Bojonegoro

Jihan Navira - detikJatim
Minggu, 26 Apr 2026 17:00 WIB
Masjid An Nahdla berdiri di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro
Masjid An Nahdla, Bojonegoro (Foto: Ainur Rofiq/detikJatim)
Bojonegoro -

Di Kabupaten Bojonegoro, terdapat salah satu ikon religi yang menarik perhatian masyarakat. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid An Nahdla juga dikenal memiliki bangunan yang megah dan suasananya yang membuat nyaman.

Keberadaan Masjid An Nahdla memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan nilai spiritual, estetika bangunan, dan peran sosial bagi masyarakat sekitar. Maka tak heran jika masjid ini kerap kali menjadi jujukan jamaah maupun wisatawan religi.

Tertarik untuk mengunjungi masjid ikonik bergaya Timur Tengah ini? Simak penjelasannya mulai dari sejarah, filosofi, hingga daya tarik Masjid An Nahdla berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Masjid An Nahdla

Masjid An Nahdla merupakan salah satu masjid yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Daya tampung masjid tersebut yakni 1.877 jemaah.

Melansir situs bojonegorokab.go.id, Masjid An Nahdla mulai dibangun pada 2020 di atas lahan seluas 2,9 hektare.

ADVERTISEMENT
Masjid An Nahdla berdiri di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, BojonegoroTampak dalam Masjid An Nahdla Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

Diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, proyek pembangunan masjid ini dilakukan sebagai bentuk usaha menghadirkan ikon wisata religi baru di wilayah barat, tepat di perbatasan dengan Kabupaten Ngawi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal melalui peningkatan kunjungan dan pelibatan pelaku UMKM.

Selama empat tahun, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan total anggaran lebih dari Rp 113 miliar. Setelah melewati proses panjang, masjid ini resmi dibuka untuk umum pada 27 Desember 2024, ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat perdana.

Masjid ini diketahui dapat menampung 1877 jemaah. Kapasitas jamaah di gedung utama dapat menampung 396 orang, pada bagian serambi masjid sebanyak 416 orang, di bagian atas kolam sebanyak 69 orang, serta pada bagian pelataran dapat menampung sebanyak 996 orang.

Filosofi Masjid An-Nahdla

Filosofi yang terkandung dalam Masjid An-Nahdla tampak dari arsitekturnya. Dikemas oleh Dinas Cipta Karya Pemkab Bojonegoro, seluruh komplek di masjid tersebut memiliki makna dan filosofi masing-masingnya namun tetap berkaitan dengan nilai keislaman.

Terinspirasi dari bulan sabit dan bintang, selain menjadikan bangunan ini unik juga mengisyaratkan representasi dari ikon keislaman.

Masjid An Nahdla di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo BojonegoroMasjid An Nahdla Bojonegoro Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

Kombinasi dari keduanya tampak dari garis pengkung bulan yang berpadu dengan garis zig-zag karakter bulan sehingga menciptakan suatu gerak dinamis dan terkesan berani.

Filosofi lain yang terkandung dalam masjid ini yaitu orang-orang yang terpilih atau derajat yang tinggi. Hal ini terlihat dari adanya ruangan tersebut hanya bisa diisi maksimal 99 jemaah, pancuran air untuk bersuci juga dibuat 99, dan ruang parkir di masjid ini pun dibuat dengan kapasitas 99 mobil yang bermakna Asmaul Husna.

Lebih dari sekedar angka, filosofi ini menggambarkan keagungan Allah, kesempurnaan dan kesucian Ilahi pada setiap sudut masjid. Oleh karena itu, pengunjung masjid ini seolah-olah diajak untuk meneladani sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-harinya.

Belum berhenti sampai sana, filosofi masjid ini juga bisa Detikers temui dari halaman selasar menuju kawasan utama masjid yaitu 9 pancuran air keliling yang merepresentasikan Wali Songo. Selain itu, berada di kawasan yang sama, filosofi ini juga tampak dari soko guru (arsitektur Jawa, soko: penyangga dan guru: pemimpin/pedoman) dengan 9 tiang yang menggambarkan simbol peyebaran agama Islam oleh ke-9 Wali.

Masjid ini dirancang memiliki tiga tingkatan, yakni Level 1 (Iman), Level 2 (Islam), dan Level 3 (Ikhsan). Level Iman merupakan simbolisasi dasar kepercayaan kepada Allah SWT, Level Islam menggambarkan praktik ibadah yang dijalankan oleh seluruh umat Muslim, dan Level Ihsan yang melambangkan kesempurnaan dalam berbuat baik dan beribadah.

Untuk dapat melalui setiap tingkatan tersebut, para pengunjung harus melalui 5 kelompok trap. Trap pertama 2, trap kedua 4, yang ketiga 4, yang keempat 3, yang kelima 4. Kelima trap ini merepresentasikan 17 rakaat dalam 1 hari, yakni subuh, zuhur, ashar, magrib dan isya.

Empat pintu masuk, serta kubah utama, dan empat kubah anak yang melambangkan empat mazhab, lima kubah utama untuk rukun islam, dan 25 kubah selasar yang mewakili Nabi dan Rasul.

Daya Tarik Masjid An-Nahdla

Tak haya didirikan sebagai rumah ibadah, Masjid An-Nahdla dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki daya tariknya sebagai wisata religi yang ikonik.

Jika berfokus pada arsitektur dan visualnya, pandangan mata langsung menangkap bawa masjid ini mengusung gabungan konsep gaya Timur Tengah dengan khas Jawa sehingga menjadikannya tampa berbeda dari masjid pada umumnya.

Keunikan dari segi arsitekturnya kemudian ditunjang dari ornamen-ornamen di dalam kompleks, sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa masing-masingnya memiliki filosofi yang mendalam sehingga dapat memperkaya pengalaman spiritual pengunjung.

Kombinasi estetika visual dan nuansa yang religius ini menarik ribuan pengunjung. Tak hanya dari masyarakat lokal, pengunjung dari berbagai daerah, bahkan termasuk wisatawan dari luar negeri datang berkunjung dan menikmati keindahan serta ketenangan suasana di masjid tersebut.

Hal tersebut dikarenakan masjid ini juga dilengkapi dengan teras marmer, serta area ruang teduh yang luas menuju tempat wudhu sehingga memberikan kesan elegan sekaligus nyaman bagi jemaah maupun wisatawan yang berkunjung.

Jadi, selain karena menyuguhkan keindahan bagunan beserta filosofinya, Masjid An Nahdla juga menghadirkan suasana teduh dan sejuk dengan cahaya bulan yang lembut, gemericik air, dan taman hijau yang kaya akan oksigen, sehingga jemaah lebih nyaman dan khusuk saat beribadah.

Rute dan Lokasi Masjid An-Nahdla

Masjid An Nahdla berlokasi di Palkerep, Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Letaknya cukup strategis, tepatnya berada di jalur utama Bojonegoro-Ngawi.

Dari pusat Kota Bojonegoro, masjid ini terletak sejauh 60 kilometer dan dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi selama sekitar 1,5 jam perjalanan. Jika berangkat dari pusat Kota Bojonegoro, Detikers cukup mengikuti jalan utama menuju Ngawi, nantinya masjid ini berada di sisi kanan jalan.

Sementara itu, apabila berangkat dari Kota Ngawi, cukup menempuh jarak 13,5 kilometer untuk dapat sampai ke Masjid An Nahdla atau kurang lebih sekitar 15-20 menit perjalanan.

Dari Tugu Kartonyono, Detikers cukup menempuh rute lurus ke timur. Kemudian, sesampainya di pertigaan (pertigaan Tugu Simpang Karangsari), belok ke kiri ke arah Bojonegoro. Nantinya, Detikers akan menemukan masjid berada di sisi sebelah kiri.

Masjid An Nahdla bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga hadir sebagai simbol perpaduan antara nilai keislaman, kemegahan arsitektur, serta kearifan budaya lokal. Setiap sudut bangunannya menyimpan filosofi yang mendalam, menjadikannya bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna bagi siapa saja yang berkunjung.

Keberadaan masjid ini semakin memperkaya destinasi wisata religi di Kabupaten Bojonegoro. Selain menjadi tempat beribadah yang nyaman, Masjid An Nahdla juga menawarkan pengalaman spiritual melalui suasana yang tenang, sejuk, dan menenangkan hati.

Bagi detikers yang sedang melintas di jalur Bojonegoro-Ngawi atau ingin mencari tujuan wisata religi bernuansa berbeda, Masjid An Nahdla bisa menjadi pilihan menarik untuk disinggahi.

Semoga keberadaan masjid ini terus membawa manfaat, menjadi pusat syiar Islam, serta kebanggaan masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads