Kafe Unik Surabaya Ini Bernuansa Pedesaan Korea, Serasa Hidup di Drakor!

Kafe Unik Surabaya Ini Bernuansa Pedesaan Korea, Serasa Hidup di Drakor!

Chilyah Auliya - detikJatim
Jumat, 17 Apr 2026 11:30 WIB
Kafe ala korea di Surabaya
Kafe ala pedesaan Korea Selatan di Surabaya. (Foto: Raihan Mahendra/detikJatim)
Surabaya -

Ingin merasakan atmosfer pedesaan Korea Selatan tanpa perlu terbang ke Incheon? Di sudut Surabaya Barat, tepatnya di Halmeoni Yog - Grandma Cussing, detikers akan disambut fasad bangunan yang tak sekadar mirip, namun membawa detail arsitektur tradisional Korea yang sangat kental.

Bukan sekadar kafe tematik biasa, Halmeoni Yog yang artinya berhubungan dengan "Nenek", dirancang sebagai replika kediaman di pedesaan yang sarat akan filosofi harmoni antara manusia dan alam.

Membedah Arsitektur Hanok di Surabaya

Jika biasanya kafe Korea hanya menonjolkan poster idol atau lampu neon, Halmeoni Yog melakukan pendekatan riset visual pada bangunan kuno selayaknya Rumah Yun Jeung, kediaman sarjana Konfusianisme era Joseon di Nonsan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sini, arsitektur tradisional atau Hanok berhasil diterjemahkan dengan apik melalui beberapa elemen kunci.

Sistem Pemanas dan Material Alami

Rumah tradisional Korea ini umumnya menggunakan pemanas bawah lantai atau disebut dengan Ondol, lalu diadaptasi melalui pemilihan material interior yang didominasi warna cokelat kayu dan putih bersih.

ADVERTISEMENT

Penggunaan kayu memberikan kesan hangat yang mengundang, sebagaimana prinsip Hanok yang mengutamakan ketahanan dan kenyamanan alami.

Changhoji, Lebih dari Sekadar Jendela

Ada yang menyamakan jendela garis-garis di sini dengan Shoji dari Jepang. Beberapa lebih akrab menyebutnya dengan Changhoji, yakni jendela atau pintu geser yang dilapisi kertas tradisional Korea.

Elemen ini berfungsi sebagai pengatur sirkulasi udara sekaligus menciptakan efek pencahayaan lembut yang sangat estetik untuk latar belakang foto.

Daecheong Maru atau Teras Kayu

Salah satu titik ikonik adalah Daecheong Maru, yakni teras kayu terbuka berlantai papan. Ruang ini berfungsi sebagai penyambung antara area dalam dan halaman luar.

Di Korea, area ini adalah tempat bersantai sekaligus jalur angin agar rumah tetap sejuk. Di sini, pengunjung bisa merasakan sensasi duduk santai sembari menikmati semilir angin layaknya di drakor historical.

Atap Giwa dan Lanskap Alam

Menengok ke atas, genteng tradisional atau Giwa ini identik berwarna abu-abu tua kehitaman dan cokelat dengan lekukan yang khas. Ornamen pada bangunan ini mengusung prinsip minimalis menghindari dekorasi mewah demi menjaga kerendahhatian.

Di bagian samping terdapat jalur bambu di dekat kolam kecil berbatu, seperti terinspirasi prinsip Baesanimsu, di mana sebuah hunian idealnya dikelilingi perbukitan dengan aliran sungai di depannya untuk memudahkan akses air.

Waktu Terbaik untuk Photoshoot

Banyak pengunjung yang datang dengan reservasi khusus untuk melakukan photoshoot, mulai dari foto sendiri, potret keluarga, hingga prewedding. Disarankan datang saat pagi atau sore hari ketika suasana terasa sejuk dan cahaya matahari menelisik cantik.

Saat malam hari, jalan masuk menuju lokasi cukup gelap dan detail beberapa ornamen tidak tampak jelas, namun area kafe akan bertransformasi dengan pancaran lampu kuning keemasan yang memberikan kesan warm dan sangat estetik.

Daftar Menu Lengkap dan Halal

Tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khas Negeri Ginseng. Semua sajian di sini sudah terverifikasi halal. Berikut adalah daftar menu yang bisa detikers nikmati:

Kategori Snack & Noodle: Untuk camilan, tersedia Odeng Eomuk (15k), Tteokbokki original, Rose, maupun Carbonara (25k), Kimchi Mandu Halmeoni (25k), Kebab Bulgogi (28k), dan French Fries (18k). Bagi pencinta mi, Anda wajib mencoba Bomb-tteok Guksu (30k), Kimchi Ramyun (25k), Kalguksu Ramyun (30k), Halmeoni Signature (30k), Rose Creamy Rabokki (35k), Jajangmyeon (35k), hingga Bibim Guksu yang segar (30k).

Kategori Rice & Soup: Tersedia pilihan berat seperti Bibimbap (35k), Gimbap Bulgogi atau Tuna (35k), Kimchi Fried Rice (25k), Bulgogi Rice (28k), serta sup hangat seperti Kimchi Jjigae dan Doenjang Jjigae (35k). Ada pula menu baru seperti Halmeoni Curry Rice dan Halmeoni Hambagu Rice seharga 35k. Anda juga bisa menambah extra Cheese, Kimchi, Telur, Danmuji, atau Nasi masing-masing seharga 5k.

Minuman dan Pencuci Mulut: Untuk pelepas dahaga, tersedia Boricha (12k), aneka susu (Banana, Taro, Choco Uyu) seharga 12k, Matcha Latte (15k), Kopi Aren (15k), hingga minuman segar seperti Blue-Hype atau Berry Milksoda (20k). Bagi pencinta teh herbal, tersedia Tisane Series (Rosella, Lavender Chamomile, Blue Pea) seharga 10k. Sebagai penutup, jangan lewatkan Matcha Almond Pudding (10k), Basque Cheesecake (28k), atau Espresso Brownies (18k).

Lokasi dan Jam Operasional

Mengingat konsepnya yang menyerupai rumah nenek di desa, lokasinya memang cukup tersembunyi (hidden gem).

  • Alamat: Lidah Wetan Gg. VII, Jatijejer (belakang HILDA), Surabaya Barat.
  • Jam Buka: Selasa - Minggu (10.00 - 23.00 WIB).
  • Catatan: Tutup setiap hari Senin dan hari besar nasional. Penggunaan kamera profesional harus melalui reservasi.

Jadi, detikers, siap menyiapkan outfit terbaik untuk mengunjungi Korea cabang Surabaya Barat minggu ini?




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads