Wisata Gunung Bromo Ditutup Total Sepekan

Wisata Gunung Bromo Ditutup Total Sepekan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 17:30 WIB
Wisata Gunung Bromo
Wisata Gunung Bromo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Malang -

Kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup total mulai hari ini, Senin (6/4/2026). Penutupan yang direncanakan berlangsung hingga Minggu (12/4/2026) pukul 10.00 WIB ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi ekosistem di kawasan tersebut untuk melakukan pemulihan secara alami.

Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran Idul Fitri beberapa waktu lalu. Pihak pengelola menilai alam di kawasan Bromo perlu beristirahat sejenak dari aktivitas manusia yang cukup masif selama masa liburan tersebut.

Ketua Tim Departemen Humas Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem yang sempat terdampak aktivitas wisata.

"Melalui penutupan ini, akan menjadi kesempatan bagi alam untuk bernapas. Sekaligus ruang bagi kita semua untuk memperkuat komitmen dalam pengelolaan kawasan yang lebih berkelanjutan," ujar Hendra kepada wartawan, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

Balai Besar TNBTS mencatat adanya sejumlah dampak kerusakan lingkungan yang terjadi akibat lonjakan wisatawan. Hendra menyebutkan beberapa masalah mulai dari kerusakan vegetasi hingga polusi yang mengganggu keasrian kawasan konservasi tersebut.

"Kerusakan vegetasi seperti rumput akibat terlindas kendaraan, pencemaran sampah akibat aktivitas dalam kawasan, hingga polusi udara menjadi alasan utama langkah ini diambil," tambahnya.

Selama masa penutupan, TNBTS tidak hanya membiarkan kawasan kosong tanpa pengawasan. Pengelola berencana melakukan berbagai kegiatan konservasi dan edukasi dengan melibatkan para pelaku jasa wisata di lapangan.

Fokus utama mereka adalah memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan standar pelayanan wisata.

Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat kolaborasi melalui kegiatan bersih kawasan dan sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger.

Selain itu, para pelaku jasa transportasi seperti sopir jip dan penyedia jasa kuda akan mendapatkan pelatihan khusus.

"Pelatihan bagi pelaku jasa transportasi jip dan kuda ini penting untuk meningkatkan pelayanan ke pengunjung, termasuk memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat, etika pelaku jasa, serta tata tertib dalam berkendaraan di dalam kawasan TNBTS," pungkas Hendra.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads