Cantiknya destinasi bahari di Banyuwangi berhasil memikat para wisatawan saat libur Lebaran 2026. Salah satunya yang ramai dikunjungi adalah Pulau Bedil yang berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Pulau yang kerap dijuluki sebagai "Raja Ampatnya Banyuwangi" ini menarik minat wisatawan untuk menikmati gugusan pulau kecil serta perairan jernih yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono mengatakan jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat selama periode libur Lebaran. Berdasarkan data 18-24 Maret 2026, tercatat sebanyak 3.944 wisatawan berkunjung ke Pulau Bedil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau Bedil 'Raja Ampatnya' Banyuwangi Foto: Istimewa |
"Hingga puncak libur Lebaran pada 29 Maret 2026, jumlah kunjungan terus meningkat. Saat ini jumlah pastinya masih dalam proses pendataan," ujar Hartono, Selasa (31/3/2026).
Pulau Bedil menawarkan beragam aktivitas wisata. Mulai dari menikmati laguna alami dengan air yang relatif tenang hingga kegiatan snorkeling. Di lokasi ini juga terdapat Goa Bedil, yakni lorong alam yang menembus pulau dan membentuk kolam dangkal.
Selain itu, wisatawan juga dapat melakukan trekking menuju Puncak Kemuning untuk melihat lanskap gugusan pulau dari ketinggian. Pemandangan di sini disebut mirip dengan pemandangan ikonik di Papua Barat.
Salah satu pengunjung, Anggara Cahya mengaku rela datang dari Desa Padang, Kecamatan Singojuruh untuk berwisata ke lokasi tersebut bersama sang istri.
Pulau Bedil 'Raja Ampatnya' Banyuwangi Foto: Istimewa |
"Sangat puas. Selain pemandangan bawah laut dan sensasi naik perahunya, pintu masuknya di Pantai Mustika juga sangat istimewa, bersih, dan asri," kata Anggara.
Peningkatan kunjungan wisata ke Pulau Bedil disebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, masyarakat, serta pihak swasta. Dukungan juga datang dari PT Bumi Suksesindo melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Bantuan yang diberikan antara lain pembangunan fasilitas di Pantai Mustika sebagai akses menuju Pulau Bedil, seperti toilet, musala, gazebo, hingga menara pantau. Perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Pesanggaran juga turut mendukung aksesibilitas menuju lokasi.
Untuk mencapai Pulau Bedil, wisatawan dapat menyeberang dari Pantai Mustika menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit. Tarif penyeberangan berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 185.000 per orang.
(irb/hil)













































