Bukit Tawap menjadi salah satu destinasi favorit warga selama libur Lebaran. Taman wisata alam yang berada di Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, ini dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Sejak pagi hari, antrean panjang terlihat di pintu masuk. Warga rela menunggu giliran untuk menikmati wahana pemandian yang menjadi daya tarik utama tempat wisata tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah wisatawan terus meningkat. Area wisata tampak penuh oleh pengunjung yang datang bersama keluarga maupun rombongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofia, salah satu pengunjung asal Pamekasan, mengaku harus mengantre cukup lama untuk bisa masuk.
"Kami rombongan sekitar 15 orang, tidak menyangka suasananya masih ramai. Tadi harus antre untuk mendapatkan tiket," ujarnya.
Untuk menikmati wisata ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp20 ribu per orang.
Wisata Bukit Tawap sendiri merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai sukses dalam pengelolaannya. Kehadiran destinasi ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Desa Pagar Batu, Imam Daud, menjelaskan bahwa taman wisata tersebut mulai dikelola sejak tahun 2021 dan terus berkembang hingga kini.
"Alhamdulillah masih ramai. Ini berkat kerja keras bersama perangkat desa dan masyarakat. Tempat ini dibangun dari swadaya sejak tahun 2021," ujarnya saat dihubungi, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, Bukit Tawap merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa Pagar Batu dalam menciptakan destinasi wisata berbasis konsep Emmas (Elok, Maju, Mandiri, Aman, dan Sejahtera).
Terletak di perbukitan Leng-leng, tepatnya di Dusun Bungandun, wisata ini menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari kolam pemandian hingga sumber air belerang yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.
Menurut Imam, pembangunan wisata ini merupakan hasil gotong royong masyarakat desa, sehingga menjadi "tabungan bersama" bagi warga.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam menggali potensi lokal agar mampu meningkatkan nilai ekonomi desa dan mendorong kemandirian.
(ihc/ihc)











































