Meski memasuki hari terakhir libur Lebaran 2026, Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih dipadati wisatawan. Tercatat sebanyak 27 ribu pengunjung telah meramaikan KBS sejak awal masa libur.
Pantauan detikJatim di lokasi, pengunjung tampak memadati sejumlah area kandang satwa dan wahana.
Lonjakan pengunjung terlihat sejak awal libur Lebaran 2026. Pada 21 Maret tercatat sekitar 2.500 pengunjung, kemudian meningkat menjadi 10.000 orang pada 22 Maret, dan kembali naik menjadi 14.500 orang pada 23 Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total tiga hari awal libur mencapai sekitar 27.000 pengunjung. Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret, dengan kapasitas KBS yang bisa menampung hingga 30.000-40.000 orang per hari.
"Kali ini mepet libur Lebaran dengan Nataru, itu berpengaruh besar terhadap jumlah pengunjung yang lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Apalagi cuaca awal tahun ini kurang mendukung," kata Kepala Seksi Humas Kebun Binatang Surabaya Lintang Ratri Sunarwidhi pada Selasa (24/3).
Tingginya minat ini tak lepas dari daya tarik utama KBS, yakni koleksi satwa yang mencapai sekitar 2.300 ekor dari lebih dari 220 jenis, mulai dari mamalia, aves, reptil hingga pisces.
"Apalagi sekarang kita ada capybara. Belum setahun saja kita sudah ada 9 ekor dari yang awalnya 2 ekor," tutur Lintang.
Lintang menyebut, satwa tetap menjadi magnet utama karena memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar melihat gambar atau video.
Selain itu, KBS juga menghadirkan inovasi seperti parade satwa yang mulai diperkenalkan untuk momen Libur Lebaran 2026. Namun, pengelola menegaskan konsep ini masih dalam tahap uji coba dan dilakukan secara hati-hati.
Satwa yang dilibatkan dipilih dari jenis yang tidak buas, tidak mudah stres, serta mampu beradaptasi dengan interaksi manusia dalam waktu terbatas.
"Kami masih main aman. Satwa yang dipilih tidak rentan kaget, tidak membutuhkan waktu interaksi terlalu lama, dan tetap mengutamakan kesejahteraan hewan," terang Lintang.
Dari sisi edukasi, KBS menawarkan pengalaman belajar langsung yang berdampak pada perkembangan anak. Anak-anak tidak hanya mengenal satwa, tetapi juga memperkaya pengetahuan mereka layaknya ensiklopedia hidup.
Misalnya pada pagi ini, KBS mengadakan keeper talk dengan tajuk 'Talk With Us' untuk mengenalkan keunikan dan perilaku satwa ular sanca dan iguana.
Tak hanya itu, aktivitas di area kebun binatang juga mendukung perkembangan motorik dan sensorik anak. Berjalan mengelilingi area, mengamati gerak satwa, hingga merespons suara dan lingkungan sekitar dapat merangsang kemampuan eksplorasi dan rasa ingin tahu.
Di area interaksi seperti wahana satwa domestik, anak-anak bahkan bisa menyentuh dan berinteraksi langsung dengan hewan seperti kelinci, kambing, burung, hingga ikan.
"Kita juga ada feeding time berbayar, pengunjung memberi makan satwa secara langsung," kata Lintang.
Untuk menambah daya tarik, KBS juga menghadirkan berbagai hiburan selama libur Lebaran dengan cukup membayar Harga Tiket Masuk (HTM) sebesar Rp 15.000.
Pada 28 Maret akan digelar pertunjukan Reog mulai pukul 09.00-15.00 WIB, diawali di depan pintu masuk dan dilanjutkan ke panggung utama. Sementara pada 29 Maret, pengunjung akan dihibur penampilan penampilan Lala Widy dan Cak Sodiq mulai pukul 10.00-15.00 WIB.
Selain itu, live music rutin digelar setiap hari di panggung belakang dan panggung timur pada pukul 10.00-15.00 WIB.
Dengan kombinasi hiburan dan edukasi tersebut, KBS tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Surabaya. Bagi masyarakat yang belum sempat berkunjung pada libur Lebaran kali ini, pengalaman yang ditawarkan bisa menjadi pilihan menarik untuk agenda wisata keluarga berikutnya.
"Ayo lah warga kota Surabaya ikut juga melestarikan satwa kita yang ada di KBS. Cukup dengan Rp 15.000 saja, pengunjung bisa interaksi langsung sekaligus mendapat hiburan yang berbeda tiap kunjungannya," pungkas Lintang.
(auh/hil)











































