Kunjungan wisatawan di Kota Batu pada 2025 disebut menurun dibandingkan 2024. Penurunan kunjungan wisata pada periode tersebut disebut mencapai lebih dari 15%.
Hal itu seperti yang dirasakan Taman Rekreasi Selecta Kota Batu. Pada 2025 Selecta mengalami penurunan 23% dibandingkan dengan pada 2024.
Direktur Taman Rekreasi Selecta Pramono mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan kunjungan wisata. Salah satunya karena penurunan daya beli masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perekonomian belum pulih, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun. Sehingga masyarakat yang mau berwisata berpikir 2 kali, karena wisata ini bukan kebutuhan primer," kata Pramono, Jumat (9/1/2026).
Selain itu, beragam pilihan destinasi wisata di daerah-daerah lain juga menjadi faktor yang memengaruhi penurunan tingkat kunjungan wisatawan di Kota Batu.
Pramono menyampaikan bahwa tren penurunan ini memang sudah nampak sejak tahun 2024 lalu. Di mana kunjungan wisata pada tahun 2024 juga mengalami penurunan dibanding tahun 2023.
"Setelah pandemi COVID-19 atau 2020 itu mengalami penurunan drastis. Kemudian pada 2022 dan 2023 itu mulai naik 50% dibanding saat pandemi. Tapi tahun 2024 kunjungan turun lagi," terang Pramono.
Kendati demikian, momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, menunjukkan tren kunjungan wisata yang cukup baik. Bahkan, kunjungan saat Nataru kali ini lebih baik dibanding tahun lalu.
"Pada libur nataru ini tren kunjungan bagus. Semoga situasi ini bisa terus meningkat pada tahun 2026," ujarnya.
Guna meningkatkan kunjungan wisata di Taman Rekreasi Selecta, pihaknya terus melakukan perbaikan layanan serta menambah beragam daya tarik wisata.
"Rencana pada tahun 2026 ini kami menyiapkan lokasi out bond. Semoga sebelum lebaran sudah bisa kita buka. Out bond kita pilih karena saat ini lagi tinggi minat wisatawan," tuturnya.
Sementara itu, Manager Marketing & Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto mengaku, merasakan situasi sama. Di mana kunjungan wisata 2025 di Jatim Park Group turun dibanding 2024.
Tidak jauh berbeda dengan Selecta, Titik menyampaikan, daya beli masyarakat menurun hingga persaingan destinasi wisata dengan daerah lain yang semakin ketat, menjadi faktor penurunan jumlah kunjungan wisata.
"Selain itu, wisatawan kini cenderung memilih liburan singkat, destinasi yang lebih dekat, atau membagi waktu liburan di beberapa periode," ungkapnya.
(irb/dpe)
