Pemerintah Kota Malang berencana menjadikan Pasar Talun sebagai destinasi wisata baru yang terintegrasi dengan kawasan Kayutangan Heritage. Pasar Talun dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena berada di jantung Kayutangan Heritage.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, paduan aktivitas pasar tradisional dengan konsep wisata kuliner dan ruang nongkrong menjadi daya tarik yang dimiliki Pasar Talun.
Wahyu juga melihat jika potensi ini belum banyak tereksplorasi oleh pengunjung selama ini. Karena mayoritas kunjungan ke Kayutangan hanya menyasar bagian luar atau tepi jalan saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar Talun punya daya tarik sendiri karena heritage-nya Kayutangan itu ada di dalam sini. Kami berharap daya tarik Kayutangan Heritage bukan hanya di luar, tapi justru di dalam, seperti Pasar Talun," kata Wahyu Hidayat kepada wartawan, Kamis (1/1/2025).
Wali Kota menjelaskan, Pasar Talun pada pagi hingga siang hari berfungsi sebagai pasar tradisional atau pasar krempyeng yang melayani kebutuhan warga sekitar. Seperti sayur-mayur dan kebutuhan harian.
Namun, pada malam hari kawasan ini bertransformasi menjadi sentra kuliner dengan berbagai makanan khas Malang, lengkap dengan konsep duduk santai ala kafe.
"Pagi sampai siang ini pasar warga, tapi malam hari digunakan untuk model kuliner-kuliner khas Malang. Pengunjung bisa duduk-duduk, suasananya seperti kafe," jelasnya.
Menurut Wahyu, konsep tersebut menjadi pembeda Pasar Talun dibanding destinasi wisata lainnya di Kota Malang.
Pihaknya berharap pengunjung Kayutangan Heritage tidak hanya menikmati suasana di bagian luar kawasan, tetapi juga masuk ke dalam dan merasakan langsung denyut kehidupan heritage yang masih hidup.
"Kami ingin orang yang datang ke Kayutangan Heritage itu betul-betul masuk ke dalam. Supaya warga dan pelaku usaha di dalam kawasan ini juga merasakan manfaatnya," tegasnya.
Sementara terkait dukungan pemerintah, Wahyu memastikan Pemkot Malang akan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Pasar Talun sebagai destinasi wisata baru.
Penataan kawasan Kayutangan Heritage secara menyeluruh akan diarahkan untuk memperkuat daya tarik destinasi-destinasi yang berada di dalam kawasan, termasuk Pasar Talun yang disebutnya sebagai 'jantung' kampung Kayutangan.
"Kita punya satu tujuan wisata yang berbeda lagi, model seperti Pasar Talun ini. Karena jantung hatinya Kayutangan itu ada di sini,"tambahnya.
Pada libur Natal hingga malam pergantian Tahun Baru, kawasan Kayutangan menjadi primadona masyarakat untuk menikmati liburan. Dalam sehari, kunjungan wisatawan tembus sampai 2 ribu orang.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage Mila Kurniawati menyatakan, lonjakan wisatawan cukup signifikan selama libur Nataru, dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, naiknya 100 persen," ujar Mila terpisah.
Pihaknya mengaku, kunjungan tertinggi terjadi pada 27 Desember 2025 lalu, yakni sebanyak 5.500 orang.
"Tertinggi pada tanggal 27 Desember kemarin, ada 5.500 kunjungan dan 28 Desember juga hampir 5.000 kunjungan," ungkapnya.
(mua/hil)











































