Kawasan wisata di jalur pantai utara (Pantura) Lamongan menjadi magnet utama kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Destinasi ini mencatatkan angka kunjungan paling tinggi dibandingkan wilayah lain di Lamongan.
Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, mayoritas wisatawan memilih berlibur ke destinasi wisata yang berada di kawasan pantura.
"Dari hasil akumulasi data kunjungan selama libur Nataru, destinasi wisata pantura masih mendominasi. Wilayah ini memang memiliki pilihan wisata yang lengkap, mulai dari wisata alam, religi, edukasi hingga wisata keluarga," ujar Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah, Kamis (1/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, selama periode 13 hingga 25 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan di Lamongan mencapai 89.950 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 87.257 kunjungan terpusat di destinasi wisata pantura.
Beberapa destinasi yang mencatat kunjungan tinggi di antaranya wisata religi Makam Sunan Drajat dengan 33.646 pengunjung, Makam Maulana Ishaq di Paciran sebanyak 36.844 pengunjung, serta Goa Maharani Zoo yang dikunjungi 9.457 wisatawan. Sementara itu, destinasi wisata Pantai Klayar tercatat menerima 6.851 kunjungan, dan Desa Wisata Pantai Kutang sebanyak 459 wisatawan.
Rubikah menilai tingginya animo wisatawan ke kawasan pantura tidak lepas dari faktor kemudahan akses transportasi. Apalagi, layanan Bus Trans Jatim terus diperluas hingga menjangkau kawasan wisata unggulan di Lamongan.
"Sejak diluncurkannya Bus Trans Jatim Koridor IV yang menghubungkan Paciran-Bunder Gresik, serta Koridor VII yang melayani rute Terminal Lamongan-Terminal Paciran, akses menuju kawasan wisata pantura semakin mudah," jelasnya.
Meski demikian, Rubikah menegaskan, destinasi wisata di wilayah lain tetap memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa di antaranya adalah wisata sejarah Makam Nyi Andong Sari di Kecamatan Ngimbang, Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego) di Kecamatan Sugiyo, hingga Istana Gunung Mas 27 di Kecamatan Mantup yang mengusung konsep wisata keluarga dengan arsitektur perpaduan Jawa dan Cina.
"Setiap wilayah di Lamongan punya karakter dan ikon wisata masing-masing. Ke depan, kami terus mendorong pemerataan kunjungan wisata agar seluruh potensi daerah bisa berkembang," pungkasnya.
(ihc/hil)











































