Candi Lor, Situs Candi Tertua di Jawa Timur yang Jarang Dibicarakan

Candi Lor, Situs Candi Tertua di Jawa Timur yang Jarang Dibicarakan

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Minggu, 28 Des 2025 22:30 WIB
Candi Lor, Situs Candi Tertua di Jawa Timur yang Jarang Dibicarakan
Candi Lor di Nganjuk Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Nganjuk -

Tak banyak yang mengetahui bahwa Jawa Timur memiliki salah satu situs candi tertua yang keberadaannya jarang disorot. Candi tersebut bernama Candi Lor, sebuah peninggalan bersejarah yang menyimpan nilai penting dalam perjalanan peradaban di wilayah timur Pulau Jawa.

Meski ukurannya tidak sebesar candi-candi ternama di Nusantara, Candi Lor memiliki daya tarik tersendiri. Berkunjung ke situs ini bukan sekadar menikmati bangunan kuno, melainkan juga menyusuri jejak sejarah yang kental dengan nilai perjuangan dan simbol kemenangan. Berikut ulasan lengkap mengenai Candi Lor yang dikenal sebagai situs candi tertua di Jawa Timur.

Sejarah Candi Lor

Candi Lor diinisiasi oleh Mpu Sindok dan didirikan pada tahun 859 Saka atau 937 Masehi. Pembangunan candi ini menjadi penanda keberhasilan Mpu Sindok dalam menghadapi dan mengalahkan musuhnya dari Melayu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengunjung mengamati Candi Lor yang mulai lapuk dan ditumbuhi pohon kepuh di Desa Candirejo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (10/4/2025). Candi peninggalan era Kerajaan Mataram Hindu atau Kerajaan Medang tahun 937 Masehi yang terbuat dari bata merah tersebut resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah sesuai dengan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nzPengunjung mengamati Candi Lor Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Dalam konteks sejarah, Candi Lor kemudian menjadi simbol perjuangan dan kemenangan Mpu Sindok. Ia menetapkan kawasan tersebut sebagai Sima Swatantra Anjuk Ladang. Istilah Sima Swatantra berarti desa bebas pajak, sementara Anjuk bermakna tinggi atau kemenangan yang gemilang, dan Ladang berarti tanah atau daratan. Secara keseluruhan, Anjuk Ladang dimaknai sebagai tanah kemenangan.

Mpu Sindok dikenal berjasa besar karena membebaskan masyarakat setempat dari kewajiban pajak tanpa meminta balasan apa pun. Ia hanya berpesan agar warga merawat Jayastamba, tugu kemenangan yang kemudian berkembang menjadi Candi Lor. Dalam perjalanannya, candi ini juga digunakan sebagai tempat perayaan, upacara adat, dan ritual keagamaan. Hingga kini, meskipun telah menjadi destinasi wisata di Kabupaten Nganjuk, Candi Lor masih difungsikan sebagai sarana upacara adat dan ritual tertentu.

ADVERTISEMENT

Mengenal Candi Lor Lebih Dekat

Candi Lor dibangun di atas lahan seluas 42 x 39,4 meter atau sekitar 1.654 meter persegi. Luas subbasement (alas candi) mencapai 12,4 x 11,5 meter atau sekitar 142,6 meter persegi, dengan tinggi bangunan kurang lebih 9,3 meter.

Candi ini juga dikenal dengan sebutan Candi Boto, lantaran seluruh struktur bangunannya tersusun dari bata merah. Di kawasan candi ditemukan pula komponen lain berupa pecahan yoni dan ambang pintu. Tak jauh dari lokasi candi, terdapat batu bertuliskan istilah Anjuk Ladang, yang sangat erat kaitannya dengan asal-usul nama Kabupaten Nganjuk.

Lokasi Candi Lor

Candi Lor berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lokasinya cukup mudah dijangkau oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.

Bagi pengunjung yang menggunakan transportasi umum, perjalanan dapat ditempuh dengan bus jurusan Nganjuk-Kediri, lalu turun di kawasan Loceret. Perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan becak atau ojek. Alternatif lain, pengunjung juga dapat berjalan kaki sekitar lima menit dari titik pemberhentian.

Daya Tarik Candi Lor

Candi Lor memiliki sejumlah daya tarik yang membuatnya layak dikunjungi, antara lain:

1. Dibangun dari Bata Merah

Berbeda dengan candi di Jawa Tengah yang umumnya menggunakan batu andesit, Candi Lor sepenuhnya dibangun dari bata merah. Material ini menjadi ciri khas arsitektur pada masa Majapahit dan mencerminkan pemanfaatan sumber daya lokal serta teknik pembangunan pada zamannya.

2. Masih Berdiri Kokoh

Meski telah berusia ratusan tahun, Candi Lor masih berdiri dengan anggun. Struktur bangunannya tetap terlihat kokoh meski sederhana, terdiri atas bagian kaki, tubuh, dan atap candi.

3. Berada di Tengah Permukiman Warga

Lokasinya yang berada di tengah permukiman Desa Candirejo memberikan suasana asri dan tenang, sekaligus memperlihatkan kedekatan antara situs sejarah dengan kehidupan masyarakat sekitar.

4. Memiliki Nilai Historis Tinggi

Walaupun tidak semegah Candi Borobudur atau Prambanan, Candi Lor dikenal sebagai situs candi tertua di Jawa Timur, sehingga memiliki nilai historis yang sangat tinggi.

5. Wisata Edukasi dan Cagar Budaya

Selain menjadi objek wisata, Candi Lor juga berperan sebagai sarana edukasi sejarah dan pelestarian cagar budaya. Pemerintah bersama masyarakat setempat terus berupaya menjaga peninggalan ini agar tetap lestari dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Pengunjung mengamati Candi Lor yang mulai lapuk dan ditumbuhi pohon kepuh di Desa Candirejo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (10/4/2025). Candi peninggalan era Kerajaan Mataram Hindu atau Kerajaan Medang tahun 937 Masehi yang terbuat dari bata merah tersebut resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah sesuai dengan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nzPengunjung mengamati Candi Lor yang mulai lapuk dan ditumbuhi pohon kepuh di Desa Candirejo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timu Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Kondisi Terbaru Candi Lor

Kondisi Candi Lor saat ini tergolong cukup memprihatinkan. Bata merah penyusunnya mulai mengalami pengikisan akibat usia dan pengaruh cuaca. Meski demikian, candi ini masih digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu.

Di kawasan Candi Lor juga terdapat beberapa makam, di antaranya makam Eyang Kerto dan Eyang Kerti, sepasang suami istri yang dikenal sebagai abdi Mpu Sindok. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa keduanya ditugaskan untuk menjaga dan merawat candi tersebut.

Salah satu pemandangan paling mencolok di area Candi Lor adalah keberadaan pohon kepuh raksasa yang tumbuh di tengah candi. Pohon berusia ratusan tahun ini memiliki akar besar yang menjalar dan mencengkeram kuat bagian-bagian bangunan candi, menambah kesan unik sekaligus dramatis pada situs bersejarah ini.

Artikel ini ditulis Eka Fitria Lusiana, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(ihc/dpe)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads