Telaga Sarangan Wisata Jatim di Kaki Gunung Lawu untuk Libur Nataru

Telaga Sarangan Wisata Jatim di Kaki Gunung Lawu untuk Libur Nataru

Muhammad Faishal Haq - detikJatim
Jumat, 26 Des 2025 03:00 WIB
Telaga Sarangan Wisata Jatim di Kaki Gunung Lawu untuk Libur Nataru
Telaga Sarangan Foto: Sugeng Harianto/detikJatim
Magetan -

Jawa Timur tak pernah kehabisan surga tersembunyi, dan salah satu permata yang paling bersinar di wilayah barat provinsi ini adalah Telaga Sarangan. Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepat di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, destinasi ini menawarkan berbagai daya tarik seperti udara sejuk dan panorama pemandangan pegunungan yang memanjakan mata.

Saat kabut tipis perlahan turun menyapa permukaan air, Telaga Sarangan menyuguhkan harmoni visual yang memukau, pantulan bukit hijau yang tenang berpadu dengan riak air yang damai. Di balik panorama alamnya yang memanjakan mata, telaga seluas 30 hektare ini menyimpan aura magis tersendiri. Sebuah kisah tua tentang pengorbanan, jelmaan naga, dan mitos asmara yang melegenda hidup berdampingan dengan hiruk-pikuk wisatawan, menjadikan Telaga Sarangan sebagai destinasi yang tak hanya indah dipandang, namun juga penuh cerita untuk diselami.

Lokasi dan Akses Menuju Telaga Sarangan

Telaga Sarangan terletak di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Karena posisinya yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menyuguhkan udara pegunungan yang segar dengan suhu rata-rata berkisar antara 15 hingga 20 derajat Celcius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antrean kendaraan di jalur menuju wisata Telaga Sarangan, Magetan.Antrean kendaraan di jalur menuju wisata Telaga Sarangan, Magetan. Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)

Akses menuju destinasi wisata ini terbilang mudah dengan infrastruktur jalan yang mulus untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Wisatawan hanya perlu menempuh jarak sekitar 16 km atau 25 menit perjalanan dari pusat kota Magetan. Sementara itu, bagi pengunjung yang datang dari arah Tawangmangu, perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit dengan jarak tempuh 19 km.

Daya Tarik Wisata

Telaga Sarangan menawarkan beragam pengalaman wisata yang memanjakan pengunjung, antara lain sebagai berikut.

ADVERTISEMENT

Menikmati Panorama Tepi Telaga

Pengunjung Telaga Sarangan Turun 25 Persen Dibanding 2024Pengunjung Telaga Sarangan menikmati keindahan panorama di tepi telaga Foto: Sugeng Harianto/detikJatim

Aktivitas paling sederhana, namun berkesan adalah bersantai di tepian telaga. Pengunjung akan dimanjakan oleh lanskap telaga alami seluas 30 hektare dengan latar belakang Gunung Lawu dan perbukitan hijau yang memukau. Berada di ketinggian 1.200 mdpl dengan kedalaman air mencapai 28 meter, kawasan ini menyuguhkan hawa sejuk berkisar 15-20 derajat Celcius yang sangat menyegarkan.

Menjelajah Air dengan Speedboat

Wisatawan menaiki speedboat di lokasi wisata Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur, Rabu (26/4/2023). Destinasi wisata alam tersebut masih ramai dikunjungi ribuan wisatawan dari berbagai daerah pada H+4 Lebaran. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.Wisatawan menaiki speedboat di lokasi wisata Telaga Sarangan Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berkeliling di tengah telaga, tersedia berbagai wahana air yang seru. Pengunjung bisa memilih menaiki speedboat, perahu motor, ataupun becak air. Tidak perlu khawatir antre terlalu lama, karena pengelola menyediakan puluhan unit armada yang siap mengantar wisatawan menikmati keindahan danau dari dekat.

Berkuda Mengelilingi Telaga

Telaga Sarangan MagetanPenjual menawarkan jasa berkuda mengelilingi telaga Sarangan Foto: Sugeng Harianto/detikJatim

Selain wisata air, aktivitas berkuda menjadi daya tarik yang tak kalah populer. Wisatawan dapat menyewa kuda untuk berkeliling santai di jalur tepian telaga. Atraksi ini memberikan pengalaman unik dan menjadi favorit pengunjung keluarga, khususnya anak-anak.

Harga Tiket dan Jam Buka

Telaga Sarangan buka setiap hari selama 24 jam, namun waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga sore hari saat cuaca cerah dan pemandangan sekitar lebih jelas terlihat. Dikutip dari laman resmi Telaga Sarangan, berikut harga tiket masuk Telaga Sarangan.

Tiket Masuk Wisata:

  • Anak-anak: Rp. 10.000
  • Dewasa: Rp. 20.000
  • Tiket Masuk Motor: Rp. 2.500
  • Tiket Masuk Mobil: Rp. 5.000
  • Tiket Masuk Bus: Rp. 10.000
  • Parkir Mobil: Rp. 5.000
  • Parkir Motor: Rp. 2.000
  • Parkir Bus: Rp. 20.000
  • Keliling Sarangan Naik Kuda: Rp. 70.000/Putaran
  • Speed Boat: Rp. 70.000/Putaran

Catatan (NB): Harga di atas sewaktu-waktu dapat berubah.

Legenda Terbentuknya Telaga Sarangan

Dikutip dari buku Antologi Cerita Rakyat Jawa Timur yang disusun Balai Bahasa Surabaya tahun 2011, pada zaman dahulu, di lereng Gunung Lawu bagian timur, hiduplah sepasang suami istri bernama Kiai Pasir dan Nyai Pasir. Mereka tinggal di sebuah pondok sederhana yang jauh dari pemukiman warga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bercocok tanam serta berburu. Suatu hari, Kiai Pasir pergi ke hutan untuk mencari kayu guna mengganti tiang pondoknya yang sudah rapuh.

Saat sedang membersihkan semak belukar di sekitar pohon besar yang hendak ditebangnya, Kiai Pasir menemukan sebutir telur berukuran sangat besar. Ia merasa senang karena mendapatkan lauk dan memutuskan membawa telur itu pulang.

Sesampainya di rumah, Nyai Pasir sempat merasa cemas dan curiga bahwa itu adalah telur ular atau hewan buas, namun Kiai Pasir meyakinkan istrinya untuk memasaknya. Keesokan paginya, telur itu direbus, dibagi dua, dan disantap bersama dengan nikmat.

telaga sarangantelaga sarangan Foto: Diah Fatimatuzzahra/d'Traveler

Setelah sarapan, Kiai Pasir kembali berangkat ke hutan untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun, di tengah perjalanan, tubuhnya mendadak terasa sangat panas, sakit, dan gatal yang tak tertahankan.

Ia berguling-guling di tanah untuk meredakan rasa sakitnya, hingga tubuhnya perlahan membesar dan berubah menjadi seekor ular naga raksasa. Gerakan tubuh naga tersebut membuat tanah di sekitarnya menjadi cekung dan luas.

Di pondok, Nyai Pasir ternyata mengalami nasib serupa. Tubuhnya terasa panas dan gatal hingga ia pun berguling-guling menyusul jejak suaminya.

Nyai Pasir akhirnya berubah menjadi naga dan bertemu dengan naga jelmaan suaminya di cekungan besar tersebut. Kedua naga itu terus berguling-guling menahan sakit dan penyesalan, yang menyebabkan cekungan tanah semakin dalam dan lebar.

Tiba-tiba, dari dalam cekungan tersebut memancar air yang sangat deras. Dalam waktu singkat, cekungan raksasa itu terisi penuh oleh air dan menenggelamkan kedua naga jelmaan Kiai dan Nyai Pasir.

Genangan air luas itu kemudian menjadi sebuah telaga. Penduduk sekitar awalnya menamainya Telaga Pasir, namun karena lokasinya berada di Desa Sarangan, telaga tersebut kini lebih dikenal dengan nama Telaga Sarangan.

Mitos yang Beredar

Telaga Sarangan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan kepercayaan lokal yang cukup kuat di kalangan masyarakat setempat. Terdapat sebuah mitos yang beredar bahwa kawasan wisata ini memiliki pantangan tersendiri, khususnya bagi pasangan kekasih yang datang berkunjung.

Mitos tersebut menyebutkan bahwa jalinan asmara sepasang kekasih terancam kandas apabila mereka bermesraan di sekitar area telaga. Masyarakat meyakini bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran fatal yang akan memicu konsekuensi buruk bagi kelanggengan hubungan mereka.

Putusnya hubungan tersebut dipercaya terjadi akibat adanya kutukan gaib yang menyelimuti tempat itu. Energi tak kasatmata di Telaga Sarangan diyakini akan memberikan petaka berupa perpisahan bagi pasangan yang nekat melanggar pantangan kesusilaan di kawasan tersebut.

Artikel ini ditulis Muhammad Faishal Haq, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(ihc/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads