DPRD Surabaya Soroti KBS soal Jumlah Satwa hingga Tempat Parkir

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 13:31 WIB
Tak ada perubahan yang mencolok dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam beberapa tahun terakhir. Seperti yang disampaikan Humas KBS, Agus Supangkah.
Kebun Binatang Surabaya (KBS)/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony menyoroti Kebun Binatang Surabaya (KBS). Terutama soal jumlah satwa hingga tempat parkir yang kerap dikeluhkan pengunjung.

"Apa ada (satwa) yang mati? Tata pelaksanaan dan pelaporan tidak dilaksanakan dengan baik? Jumlahnya yang saya dengar kurang 1.000. Dulu ada informasi jumlahnya ada sekitar 3.000an, tapi sekarang tinggal 2.000an. Kan berkurang 1.000, ini karena faktor apa?" kata Thony saat ditemui detikJatim di kantor DPRD Surabaya, Rabu (19/1/2022).

Menurut Thony, perlu dilakukan audit soal dugaan berkurangnya jumlah satwa di KBS. Apakah karena mati? Jika benar, satwa mati karena faktor apa?

"Gak dikasih makan atau ketidakmampuan dalam melakukan perawatan atau seperti apa? BKSDA seharusnya ada laporan update tentang itu dan kita juga minta BKSDA terbuka akan hal ini. Supaya bisa betul-betul menjaga KBS sebagai lembaga konservasi. KBS ini kan fungsinya tidak hanya sekadar kandang binatang, tapi sebagai lembaga konservasi. Sebagai salah satu bangun cagar budaya," jelasnya.

Tak ada perubahan yang mencolok dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam beberapa tahun terakhir. Seperti yang disampaikan Humas KBS, Agus Supangkah.Kebun Binatang Surabaya (KBS)/ Foto: Esti Widiyana/detikcom

Selain itu, Thony juga menyoroti tempat parkir KBS dan parkir liar. Menurutnya, tempat parkir bisa dikemas dalam satu pengelolaan yang saling menguatkan, dan menjadikan KBS memiliki nilai lebih dibandingkan kebun binatang lainnya.

"Itu kan sebetulnya untuk kebutuhan pelayanan masyarakat, hal yang sangat mudah dilakukan. Kalau urusan parkir dan menjadi keluhan (pengunjung) berarti tidak ada upaya melakukan perbaikan," ujarnya.

Politikus dari Fraksi Gerindra juga meminta pertanggungjawaban Wali Kota Surabaya. DPRD ingin tahu seperti apa selera wali kota untuk mewujudkan KBS yang lebih baik.

Tak ada perubahan yang mencolok dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam beberapa tahun terakhir. Seperti yang disampaikan Humas KBS, Agus Supangkah.Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony/ Foto: Esti Widiyana/detikcom

"Kalau persoalan di KBS seperti itu, wali kota diam saja berarti memang wali kota tidak memiliki atensi pada KBS. Tapi kalau wali kota memiliki atensi, wali kota akan memperhatikan tata kelola dan siapa yang mengelola. Kami minta kepada wali kota untuk memiliki perhatian soal KBS," jelasnya.

DPRD Surabaya berharap ada beberapa perbaikan di KBS. Pertama, kandang satwa harus direvitalisasi total. Perbaikan kandang lebih penting, karena sebagai lembaga konservasi. Maka kandang menjadi prioritas.

"Kebun binatang harus dirasakan binatang di sana seperti di habitatnya. Sanitasinya seperti apa, kebersihannya seperti apa, kesesuaian antara binatang, pepohonan yang dibutuhkan seperti apa, itu harus klop betul. Jangan kemudian kandang dibiarkan, sarpras dan infrastruktur pengunjung lebih dikedepankan. Kalau itu dilakukan, eksploitasi binatangnya terjadi dan lebih ke pengunjung," paparnya.

"Kita malu lah kalau kebun binatang performanya dari dulu ga berubah-berubah. Kita minta segera ada perubahan yang lebih baik, natural, modernitas supaya tidak ketinggalan, dan wali kota memiliki lompatan tentang selera kebun binatang yang ada di tengah kota, tidak seperti sekarang ini. Harus ada kemajuan lebih membanggakan," pungkasnya.



Simak Video "Pengunjung Kebun Binatang Surabaya Membeludak!"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)