Persebaya Ikut Berduka 4 Suporter PSS Tewas Laka di Tol Madiun

Super League

Persebaya Ikut Berduka 4 Suporter PSS Tewas Laka di Tol Madiun

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 18 Okt 2026 20:40 WIB
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares bersama Ernando Ari
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares bersama Ernando Ari. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Persebaya Surabaya turut berduka atas meninggalnya empat suporter PSS Sleman dalam kecelakaan di Tol Madiun. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares dan kiper Ernando Ari menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Duka tersebut disampaikan seusai Persebaya bermain imbang 2-2 melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026).

Tavares menyampaikan belasungkawa kepada para suporter yang menjadi korban dan keluarga mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada para suporter dan keluarga korban," kata Tavares.

Terkait pertandingan, Tavares menilai Persebaya sebenarnya layak meraih tiga poin. Menurutnya, timnya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi gagal memaksimalkannya menjadi kemenangan.

ADVERTISEMENT

"Kami melakukan sekitar 20 tembakan dan mencetak dua gol. Saya frustrasi karena kami merasa pantas mendapatkan tiga poin. Para pemain pantas mendapatkan tiga poin atas sikap dan perjuangan mereka, tetapi sayangnya kami tidak berhasil meraihnya," ujarnya.

Meski demikian, Tavares menilai sikap dan perjuangan para pemainnya sudah baik. Dia mengatakan tim pelatih akan mengevaluasi kekurangan tim sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

"Kami perlu memulihkan kondisi pemain dan menganalisis hal-hal yang belum berjalan dengan baik agar bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya," tambahnya.

Sementara itu, kiper Persebaya Ernando Ari juga menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa suporter PSS Sleman.

"Ya, seperti yang dikatakan coach, kami juga ikut berbelasungkawa kepada para korban. Mungkin mereka hadir karena ingin menyaksikan tim kebanggaan yang bermain dan juga ingin mendapatkan kebahagiaan," kata Ernando.

Ernando mengingatkan para suporter untuk lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan. Menurutnya, keselamatan jauh lebih penting daripada apa pun, termasuk mendukung tim kesayangan secara langsung di stadion.

"Dalam perjalanan kita enggak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin para suporter bukan cuma Sleman atau Bonek dan Bonita, mungkin seluruh Indonesia, kalaupun perjalanan hati-hati lagi dan tetap fokus karena apa pun itu tidak sebanding dengan nyawa," ujarnya.

Dia menambahkan, dukungan kepada tim kebanggaan bisa dilakukan dari rumah maupun tempat lain tanpa harus selalu datang langsung ke stadion.

"Jadi kita tetap dukung, bisa di rumah, bisa di mana pun itu mendukung kebanggaan. Jadi saya turut berduka cita," pungkasnya.

Diketahui, empat suporter PSS Sleman meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono, Minggu (18/10).

Rombongan suporter tersebut sedang dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyaksikan pertandingan Persebaya kontra PSS Sleman.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads