Persela Lamongan sukses membantai PSBS Biak dengan skor telak 6-0 dalam lanjutan kompetisi musim 2026/2027 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (27/9/2026). Kemenangan ini sekaligus memperpanjang tren positif Laskar Joko Tingkir yang meraih tiga kemenangan beruntun.
Tuan rumah sudah tampil dominan sejak awal laga dan menyudahi babak pertama dengan keunggulan 4-0. Kushedya Hari Yudo membuka keunggulan pada menit ke-13 dan mencetak gol keduanya pada menit ke-40.
Sementara itu, Juninho turut menyumbangkan dua gol masing-masing pada menit ke-24 dan ke-29. Persela menambah dua gol tambahan di babak kedua untuk melengkapi pesta gol menjadi 6-0.
Pelatih Persela, Bima Sakti, mengapresiasi raihan tiga poin anak asuhnya meski tetap menyoroti beberapa poin evaluasi. Ia menekankan pentingnya pembenahan di lini depan, khususnya efektivitas penyelesaian akhir (finishing) dan kerja sama tim.
"Walaupun kita menang banyak, banyak juga yang harus kita evaluasi. Finishing, kemudian kerja sama di sektor depan saya pikir perlu kita benahi lagi," ujar Bima usai pertandingan, Minggu (27/9/2026).
Evaluasi ini dinilai krusial lantaran Persela akan melakoni laga tandang melawan PS Barito Putera pada 4 Oktober 2026 mendatang. Menurut Bima, peluang saat bermain di kandang lawan biasanya lebih terbatas sehingga setiap kesempatan harus dimaksimalkan.
Di sisi lain, Bima juga memanfaatkan laga ini untuk memberikan menit bermain kepada para pemain muda dan talenta lokal Lamongan seperti Fajar, Hadi, dan Akbar. Kushedya Hari Yudo pun menyampaikan rasa syukurnya dapat berkontribusi mencetak dua gol usai mendapatkan kepercayaan dari pelatih.
Sementara itu, pelatih PSBS Biak, Miskardi, mengakui keunggulan kualitas permainan tuan rumah. Ia menjelaskan bahwa timnya masih terkendala durasi persiapan yang minim serta skuat yang didominasi pemain muda tanpa pilar asing.
"Kita menyadari pemain kalah di postur, kita tidak punya pemain asing. Kualitas Persela Lamongan memang di atas kita," ungkap Miskardi.
Miskardi membeberkan bahwa PSBS baru melakukan persiapan sekitar empat pekan jelang kompetisi, jauh tertinggal dibanding tim lain yang rata-rata telah bersiap selama tiga bulan.
Pemain PSBS, Fajar Galih, juga mengakui timnya sempat kaget dengan tingginya intensitas kompetisi profesional, namun menjadikan kekalahan ini sebagai bahan adaptasi dan pembelajaran berharga ke depan.
"Kami awalnya kaget karena intensitas permainan Liga 2. Kami baru mengarungi pertama kali ini main di profesional, jadi kami akan adaptasi secepat mungkin," ujarnya.
Simak Video "Video: Bima Sakti Resmi Ditunjuk Sebagai Pelatih Baru Persela Lamongan"
(ihc/abq)