Stadion Surajaya Lamongan mencatatkan peningkatan skor risk assessment keamanan menjadi 85,2. Hasil ini setelah Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur melakukan penilaijan.
Pemeriksaan yang dipimpin oleh AKBP Fatahul Azmi pada Rabu (2/9/2026) ini mencakup kondisi lapangan, ruangan dalam, akses pintu masuk, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan saat pertandingan.
Penilaian dilakukan untuk memastikan kesiapan venue yang akan digunakan Persela dalam mengarungi kompetisi Championship musim 2026/2027.
"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stadion benar-benar siap digunakan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi risiko keamanan selama kompetisi berlangsung," ujar Fatahul.
Ketua Panitia Pertandingan Persela Lamongan, Mahfud Syafi'i, menjelaskan bahwa kenaikan skor ini merupakan hasil dari berbagai pembenahan fasilitas yang dilakukan pengelola stadion bersama panitia pelaksana.
"Risk assessment tahun lalu Stadion Surajaya memperoleh nilai 79. Hasil risk assessment terbaru menunjukkan nilai 85,2," kata Mahfud.
Dengan hasil penilaian terbaru tersebut, Stadion Surajaya siap digunakan sebagai markas Persela Lamongan untuk mengarungi kompetisi Championship musim 2026/2027 dengan standar keamanan yang lebih memadai.
Simak Video "Video: Bima Sakti Resmi Ditunjuk Sebagai Pelatih Baru Persela Lamongan"
(irb/abq)