Turnamen sepakbola Soekarno Cup 2026 'Warisi Apinya' yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan (PDIP) resmi dibuka di Gelora 10 November Kota Surabaya, Senin (10/8). Opening ceremony menampilkan Tari Kolosal Bantengan Jawa Timur.
Tari Kolosal Bantengan ini merupakan perpaduan berbagai tari tradisional asal Jawa Timur mulai dari kesenian Tapal Kuda, Mataraman, hingga Madura.
Penampilan Tari Kolosal Bantengan Jawa Timur ini merupakan persembahan dari Omah Budaya Prajanara binaan Puti Guntur Soekarnoputri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Tari Kolosal Bantengan Jawa Timur, openning ceremony juga menampilkan drum band dari SMA Hang Tuah 1 Kota Surabaya.
Setelah itu, 400 talenta sepakbola dari 16 provinsi se Indonesia memasuki lapangan. Para kontingen dari 16 provinsi itu mengikuti opening ceremony.
Pengarah Panitia Soekarno Cup 2026, Deni Wicaksono, mengatakan ajang ini merupakan komitmen PDI Perjuangan untuk mewadahi bakat-bakat muda di daerah.
"Soekarno Cup sebagai ruang untuk menampung dan memberi kesempatan bagi talenta-talenta muda sepakbola yang belum punya kesempatan di Liga Profesional dan kompetisi lainnya untuk bisa menunjukkan bakat dan prestasinya," kata Deni.
Sekretaris DPD PDIP Jatim ini menegaskan sepakbola adalah olahraga untuk semua kalangan. Sepakbola juga disebutnya menjadi ajang pemersatu bangsa.
"Menang dan kalah biasa dalam pertandingan, yang harus dikedepankan adalah sportivitas. Bahwa sepakbola adalah milik bersama," tandas Deni.
Dalam opening ceremony ini dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, Anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno, Sekretaris DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono.
(auh/dpe)
