Diviralkan Rusak, Stadion Kanjuruhan Langsung Diperbaiki Lagi

Diviralkan Rusak, Stadion Kanjuruhan Langsung Diperbaiki Lagi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 08:30 WIB
Stadion Kanjuruhan diperbaiki lagi setelah diviralkan rusak
Stadion Kanjuruhan diperbaiki lagi setelah diviralkan rusak (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Kondisi Stadion Kanjuruhan sangat memprihatinkan usai renovasi dengan biaya APBN Rp 355 miliar jadi sorotan. PT Waskita Karya selaku pelaksana renovasi langsung melakukan perbaikan kerusakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, bahwa perbaikan adanya kerusakan infrastruktur Stadion Kanjuruhan sudah mulai dilakukan.

"Hari ini ada perbaikan dari vendor Waskita Karya," kata Eko saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko menyebut, perbaikan dengan menyasar bagian lantai tribun yang ditemukan mengelupas. Pekerja diketahui mengupas total bagian lantai untuk kemudian diperbaiki ulang.

"Lapisan yang mengelupas sudah dikerok. Setelah itu akan kami lapis ulang," beber Eko.

ADVERTISEMENT

Waskita Karya sebagai pemenang tender renovasi Stadion Kanjuruhan juga memperbaiki bagian plafon diketahui rusak dan ambrol.

"Bagian plafon yang rusak juga diperbaiki," tegasnya.

Menurut Eko, bahwa status Stadion Kanjuruhan masih dalam kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum, karena belum dilakukan proses serah terima kepada Pemerintah Kabupaten Malang.

Eko menambahkan, hingga saat ini Stadion Kanjuruhan masih melalui proses Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) saja, belum sampai adanya penyerahan berita acara serah terima atau BAST.

"Saat ini stadion Kanjuruhan baru BASTO belum ada BAST sehingga perbaikan masih menjadi kewenangan Kementerian PUPR," tuturnya.

Eko menjelaskan, bahwa sejak Mei 2025 lalu, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang sebelumnya telah bersurat kepada Kementerian Pekerjaan Umum soal ditemukan sejumlah kerusakan pasca renovasi.

Dispora sudah bersurat sejak Mei 2025 terkait kerusakan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, dan terakhir bersurat kembali pada Mei 2026," terangnya.

Menurut Eko, pihaknya juga tengah menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum, apakah Stadion Kanjuruhan jadi diserahkan sebagai bagian dari aset Pemkab Malang atau tidak.

"Kami menunggu dari Kementerian PU, selaku yang mempunyai kewenangan (serah terima)," ujarnya.

"Kalau sudah di serahkan dan menjadi aset Pemkab Malang, maka menjadi tanggung jawab Pemkab Malang terkait pengelolaan dan pemeliharaannya," pungkasnya.

Seperti diberitakan, renovasi Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, menelan biaya kurang lebih Rp 355 miliar dari APBN, ternyata tak maksimal. Kondisi stadion direvonasi pasca tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 kini jadi sorotan.

Alih-alih Stadion Kanjuruhan bertransformasi menjadi fasilitas olahraga yang aman, modern, dan bermartabat pasca tragedi kelam, realita di lapangan justru menyuguhkan pemandangan yang memprihatinkan.

Bangunan megah tersebut dinilai sudah mengalami kerusakan sebelum resmi diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten Malang dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Buruknya kualitas pengerjaan proyek prestisius ini terkuak saat Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

Dari hasil tinjauan langsung, sejumlah titik vital menunjukkan kerusakan struktural yang mengindikasikan adanya dugaan penyelewengan mutu atau pengawasan yang bobrok dari proyek merenovasi bersumber pendanaan dari APBN tersebut.

Zulham menegaskan, bahwa Stadion Kanjuruhan belum diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten Malang dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Ini kondisi Stadion Kanjuruhan, belum diserahkan kepada Pemkab Malang dari Kementerian PU. Karena masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana," kata Zulham mengawali sidak yang dilakukan akhir Juli 2026 kemarin.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads