STY Buka Suara soal Dihukum KFA 10 Tahun: Tidak Ada Masalah

Piala Presiden 2026

STY Buka Suara soal Dihukum KFA 10 Tahun: Tidak Ada Masalah

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 25 Jul 2026 17:47 WIB
Pelatih Persija Shin Tae-yong
Pelatih Persija Shin Tae-yong (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong angkat bicara terkait sanksi larangan melatih di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea (KFA). Sanksi tersebut ditegaskannya tidak mengganggu fokusnya di Persija Jakarta.

Shin Tae-yong bahkan menyatakan ingin tetap berada di Indonesia dan menjalankan tanggung jawabnya bersama Macan Kemayoran. Ia memastikan sanksi tersebut tidak memengaruhi persiapan Persija menghadapi kompetisi.

"Tidak, tidak ada masalah. Selama 10 tahun tidak ada masalah. Saya pelatih Jakarta, saya mengambil tanggung jawab, tapi tidak ada masalah," kata Shin Tae-yong saat konferensi pers jelang Piala Presiden 2026 di Surabaya, Sabtu (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku ada sejumlah hal yang membuatnya kecewa terkait sanksi tersebut. Ia bahkan sempat ingin menyampaikan persoalan itu kepada pihak berwenang di Korea Selatan. Namun, STY kini memilih tetap fokus menjalankan tugas bersama Persija.

"Sejujurnya, ada beberapa hal yang membuat saya sedih, dan saya ingin berbicara dengan para pemerintah di sini (Korea Selatan), tetapi saya pelatih, dan saya ingin mengambil tanggung jawab," ujarnya.

ADVERTISEMENT

STY kembali menegaskan sanksi dari KFA bukan hambatan baginya untuk tetap melatih Persija.

"Saya ingin mengambil tanggung jawab, tapi tidak ada masalah. Tidak ada masalah sama sekali untuk menjabat pelatih Persija. Dan itu pun bukan 10 tahun," ucapnya.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu juga menyebut adanya sejumlah hal yang menurutnya tidak adil dalam kasus tersebut.

"Memang, saya ingin jujur memberitahukan semuanya, tetapi tidak akan begitu," tuturnya.

"Memang banyak juga hal-hal yang tidak adil bagi saya, tetapi sebagai mantan pelatih Ulsan HD, jadi akan menerima semua. Dan saya pun datang ke Persija Jakarta untuk Persija sendiri, jadi saya akan fokus untuk tim ini, dan itu pun bukan 10 tahun," tandasnya.

Sebelumnya, KFA menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun kepada Shin Tae-yong. Namun, sanksi tersebut tidak menghalanginya untuk tetap menjalankan tugas sebagai pelatih Persija Jakarta dan berkiprah di kompetisi sepak bola Indonesia.

Dilansir detikSport, dari media lokal, News1 dan Channel A, tindakan disiplin berat itu terkait kontroversi penyerangan Shin Tae-yong kepada pemain ketika melatih di Ulsan HD pada Agustus-Oktober 2025 lalu.

Awalnya ada dugaan Shin bersikap keras dan kasar para pemainnya sendiri. Kemudian para pemain Ulsan HD tidak senang dengan pendekatan yang dilakukan oleh Shin Tae-yong.

KFA pun selanjutnya membuka investigasi bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Setelah investigasi, hasilnya pun sudah keluar, namun pihak KFA tidak menjelaskan hasilnya.

"Kami hanya diberitahu bahwa detail tindakan disiplin tersebut tidak dapat diungkapkan karena melibatkan informasi pribadi yang sensitif," ujar salah seorang pejabat KFA.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads